Pada perdagangan Kamis (20/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot hingga 376,36 poin (3,60%) ke level 10.068,01. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 43,46 poin (3,90%) ke level 1.071,59 dan Nasdaq anjlok 94,36 poin (4,11%) ke level 2.204,01.
Sejak awal perdagangan, saham-saham terus melemah. Namun kemerosotan saham-saham semakin cepat menjelang sesi penutupan setelah Senat AS melakukan voting untuk mengakhiri debat seputar aturan baru untuk merombak sistem finansial. Voting akhir untuk UU perbankan baru ini akan dilakukan pada Kamis atau Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perbankan dan komoditas yang sensitif terhadap siklus perekonomian mengalami tekanan paling besar. Indeks KBW Bank anjlok 5,1%, indeks S&P Energy anjlok 4,45%.
"Ini terutama datang dari Eropa. Masih ada kekhawatiran seputar krisis utang disana dan fakta bahwa masalah itu dapat menyebar ke sistem perbankan," ujar Bernie McSherry, analis dari Cuttone & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/5/2010).
Data ekonomi yang mengecewakan turut memberikan sentimen negatif. Data terbaru menunjukkan klaim asuransi pengangguran mencatat angka terbesar dalam 5 pekan terakhir.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan transaksi terbesar dalam setahun terakhir di New York Stock Exchange mencapai 15,34 miliar, dibandingkan tahun lalu sebesar 9,65 miliar.
Harga Minyak Anjlok
Sementara harga minyak mentah dunia anjlok ke titik terendahnya dalam 10 bulan terakhir. Krisis utang yang dikhawatirkan mengganggu proses pemulihan ekonomi diprediksi akan menggerus konsumsi minyak.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juni sempat anjlok ke US$ 64,24 dolar, sebelum akhirnya ditutup pada US$ 68,01 per barel, turun 1,86 dolar dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sementara minyak Brent pengiriman Juli juga turun 1,84 dolar ke level US$ 71,84 per barel.
(qom/qom)











































