Anjlok 107 Poin, IHSG Terburuk di Asia

Anjlok 107 Poin, IHSG Terburuk di Asia

- detikFinance
Jumat, 21 Mei 2010 11:41 WIB
Anjlok 107 Poin, IHSG Terburuk di Asia
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I akhir pekan ini anjlok tajam 107 poin atau mencapai 4%. Meskipun koreksi bursa regional Asia sudah menipis, IHSG malah turun paling dalam ke level 2.500.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.692,665 dan langsung melorot tajam ke level 2.584,969, turun 110 poin atau 4% lebih dari penutupan kemarin 2.694,249.

Penurunan tajam IHSG terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis. Aksi jual massif serta-merta menyerap seluruh posisi antrian beli bervolume tipis yang menyebabkan harga-harga saham langsung merosot beberapa fraksi harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG pun langsung anjlok ke bawah level 2.600. Tak ada saham unggulan yang menguat, seluruhnya melemah dengan rata-rata di atas 3%, malah ada yang sampai koreksi 7%.

Koreksi saham-saham komoditas memimpin laju koreksi diikuti oleh saham-saham konsumsi, aneka industri, infrastruktur dan keuangan. Seluruh indeks saham sektoral anjlok tajam.

Situasi utang Yunani dan pengaruhnya pada perekonomian Eropa masih menjadi kekhawatiran investor-investor global, sehingga mereka memutuskan menarik dananya dari bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Rumor sejumlah negara Eropa bakal mengikuti langkah Jerman melarang perdagangan naked short selling atas surat utang 16 negara diperkirakan juga memicu aksi jual massif di Eropa yang kemudian diikuti di bursa Wallstreet.

Sebenarnya, pergerakan bursa-bursa Asia sudah mulai membaik. Rata-rata koreksi tajam tadi pagi sudah menipis. Sayangnya, IHSG malah jatuh semakin dalam dan menjadi koreksi terbesar di Asia pada perdagangan siang ini.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 324 miliar.

Pada perdagangan Jumat (21/5/2010) sesi I, IHSG ditutup anjlok 107,687 poin (3,99%) ke level 2.586,562. Indeks LQ 45 juga turun tajam 22,467 poin (4,34%) ke level 494,264.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 48.802 kali pada volume 2,419 miliar lembar saham senilai Rp 2,246 triliun. Sebanyak 7 saham naik, 219 saham turun dan 15 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah, bursa Jepang dan Singapura anjlok cukup dalam:

  • Indeks Shanghai turun 9,97 poin (0,39%) ke level 2.545,97.
  • Indeks Hang Seng turun 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 249,77 poin (2,49%) ke level 9.780,54.
  • Indeks Strait Times anjlok 64,22 poin (2,33%) ke level 2.689,29.


Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 450 ke Rp 3.000, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 5 ke Rp 235, Pan Brothers (PBRX) naik Rp 5 ke Rp 310, Apac Citra Centertex (MYTX) naik Rp 3 ke Rp 57.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 2.000 ke Rp 32.100, Astra International (ASII) turun Rp 1.650 ke Rp 36.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 30.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.150 ke Rp 17.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 800 ke Rp 15.750.

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads