"Sekarang CPO harganya tidak karu-karuan. Sekarang kan Rp 1.000 (per TBS). Jadi nggak dulu lah,"Â ujar Direktur IIKP, Sanjaya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Padahal sebelumnya, perseroan percaya diri untuk mulai merambah bisnis CPO, dengan mengakuisisi perkebunan kelapa sawit milik PT Inti Plantations. Meskipun kepemilikannya hanya 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak muluk-muluk. Jalanin apa saja yang ada. Kalau tahun lalu penjualan Rp 26 miliar, tahun ini mudah-mudahn Rp 35 miliar," katanya.
Hingga triwulan I-2010, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp 596 juta. Ini masih lebih baik dari periode yang sama tahun lalu, yang tercatat Rp 1,125 miliar.
Penjualan di tiga bulan pertama juga tercatat Rp 11,560 miliar, atau lebih baik dari posisi tahun lalu, Rp 6,705 miliar. "Kami diuntungkan dengan penjualan diskon. Hingga rugi kita nggak terlalu banyak," paparnya.
Komposisi penjualan ikan Arwana yang diternakkan IIKP sudah berimbang antara domestik dan luar negeri. Penjualan di luar negeri, khususnya negara China.
"Kita sudah 50:50. Dulu kan sempat 70:30. Bisnis ini peminatnya, meskipun ini dipercaya mendatangkan rejeki," jelasnya.
Â
Â
(wep/dro)











































