BI: Rupiah Akan Terus Alami Tekanan

BI: Rupiah Akan Terus Alami Tekanan

- detikFinance
Jumat, 21 Mei 2010 13:38 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui, saat ini nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan akibat masih munculnya ketidakpastian soal krisis utang di Eropa. Saat ini rupiah menyentuh posisi Rp 9.320-9.330 per dolar AS.

Demikian disampaikan oleh Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (21/5/2010).

"Posisi rupiah saat ini Rp 9.320-9.330. Ini akan terus terjadi pelemahan, tapi BI masih tetap akan di pasar kok. Jadi tidak akan terlampau jatuh. Ini kan pasti ada siklusnya, tidak terjadi secara terus menerus," ujar Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin mengatakan, saat ii para pelaku pasar finansial berbondong-bondongmencari portofolio yang risikonya rendah, seperti emas dan dolar AS. "Tapi pasti yang banyak dipilih adalah dolar AS," cetusnya.

"Pasar memang jatuh, ini juga terjadi di beberapa negara termasuk AS. Jadi orang lari ke dolar, mengamankan investasi," imbuhnya.

Kemudian, Darmin juga mengakui, sampai saat ini masih ada aliran dana asing yang keluar (capital outflow), kebanyakan dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"Tapi dari pasar modal juga ada. Kita pelajari betul-betul siapa pemain yang cepat-cepat kabur saat pasar buruk, dan siapa yang cepat-cepat datang saat keadaan membaik," tutupnya.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads