Aksi Jual Mengendur, IHSG Kikis Koreksi Jadi 71 Poin

Aksi Jual Mengendur, IHSG Kikis Koreksi Jadi 71 Poin

- detikFinance
Jumat, 21 Mei 2010 16:12 WIB
Aksi Jual Mengendur, IHSG Kikis Koreksi Jadi 71 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini turun tajam 71 poin, sedikit membaik ketimbang koreksi tajam tadi pagi yang mencapai 4%. Kendurnya aksi jual di bursa-bursa Asia dan Eropa membuat daya beli mulai tampak pada IHSG.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.692,665 dan langsung melorot tajam ke level 2.584,969, turun 110 poin atau 4% lebih dari penutupan kemarin 2.694,249.

Penurunan tajam IHSG terjadi secara mendadak di awal perdagangan. Koreksi tajam ini terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis. Aksi jual massal langsung menyerap habis posisi antrian beli tipis pada beberapa fraksi harga, sehingga harga-harga saham langsung melorot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG pun langsung anjlok tajam ke bawah level 2.600. Tak ada saham unggulan yang menguat, seluruhnya melemah dengan rata-rata di atas 3%, malah ada yang sampai koreksi 7%.

Koreksi saham-saham komoditas memimpin laju koreksi diikuti oleh saham-saham konsumsi, aneka industri, infrastruktur dan keuangan. Seluruh indeks saham sektoral anjlok tajam.

Situasi utang Yunani dan pengaruhnya pada perekonomian Eropa masih menjadi kekhawatiran investor-investor global, sehingga mereka memutuskan menarik dananya dari bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Rumor sejumlah negara Eropa bakal mengikuti langkah Jerman melarang perdagangan naked short selling atas surat utang 16 negara diperkirakan juga memicu aksi jual massif di Eropa yang kemudian diikuti di bursa Wallstreet.

Untungnya, pembukaan bursa-bursa Eropa siang ini sudah tidak mengalami koreksi terlalu dalam. Laju aksi jual di Eropa telah mengendur. Hal senada terjadi di kawasan Asia, aksi jual juga telah mengendur, bahkan bursa Shanghai telah masuk ke teritori positif.

Pada perdagangan pekan depan, indeks-indeks bursa global diperkirakan mulai rebound lantaran koreksi tajam selama pekan ini telah membuat harga-harga saham terlalu murah. Investor diprediksi memang tengah menunggu titik terendah dari sentimen negatif Eropa untuk kemudian melakukan aksi beli massif.

Namun perkembangan situasi Eropa dalam dua hari ke depan akan menentukan sinyal-sinyal bagi arah pasar pekan depan.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,835 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,066 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 769,167 miliar.

Pada perdagangan Jumat (21/5/2010), IHSG ditutup anjlok 71,028 poin (2,64%) ke level 2.623,221. Indeks LQ 45 juga turun tajam 13,922 poin (2,70%) ke level 502,809.

Sementara nilai tukar rupiah melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.270 per dolar AS.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.140 kali pada volume 5,060 miliar lembar saham senilai Rp 4,927 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 214 saham turun dan 29 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah, bursa Jepang dan Singapura anjlok cukup dalam:
  • Indeks Shanghai naik 27,58 poin (1,08%) ke level 2.583,52.
  • Indeks Hang Seng turun 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 245,77 poin (2,45%) ke level 9.784,54.
  • Indeks Strait Times anjlok 58,27 poin (2,12%) ke level 2.695,24.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 450 ke Rp 3.000, Inovisi (INVS) naik Rp 30 ke Rp 880, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 25 ke Rp 255, Eatertainment (SMMT) naik Rp 20 ke Rp 500.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 32.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 29.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 18.250, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 650 ke Rp 12.450, Astra International (ASII) turun Rp 450 ke Rp 38.000. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads