Danareksa Terapkan Algo Trading di Triwulan IV-2010

Danareksa Terapkan Algo Trading di Triwulan IV-2010

- detikFinance
Sabtu, 22 Mei 2010 10:49 WIB
Danareksa Terapkan Algo Trading di Triwulan IV-2010
Jakarta - Perusahaan efek yang akan menerapkan Algoritmic Trading (Algo Trading) semakin banyak. Saat ini yang sedang bersiap-siap menerapkan sistem itu adalah PT Danareksa (Persero). Rencananya Danareksa akan menerapkan Algo Trading di pertengahan triwulan IV-2010.

"Sebenarnya kami sudah ada di layanan online trading kita, D'ONE. Namun kami tidak aktifkan. Target kami di triwulan IV ini. Kalau triwulan II masih belum," ujar  Kepala Divisi IT PT Danareksa Andang Nugroho saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

Ia menambahkan, penundaan layanan Algo Trading ini karena perijinan atas perberlakuan sistem,  berbeda dengan online trading. Lagi pula, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum memformulasikan transaksi Algo yang seperti apa yang diterapkan di pasar modal Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalurnya kan beda antara Algotrader dengan online. Kalau datang dengan versi 2.0 juga sudah Algo. Yang penting kan kecepatan dan ketepatan eksekusi," ungkapnya.

"BEI juga masih belum atur Algonya. Kami juga masih mematangkan software yang ada, dengan kerjasama dua vendor. Kesiapan akan  front, mix dan back. Kalau sudah, tinggal minta persetujuan Bapepam," imbuh Andang.

BEI juga menyatakan, setiap perusahaan efek yang ingin menerapkan Algo akan dievaluasi.  Bagaimana penerapan Algo Trading yang mereka lakukan. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan (error) dalam transaksi perdagangan.

"Semuanya kita sesuaikan dengan pasar kita. Di New York saja sudah menerapkan tapi terjadi kesalahan," ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Wan Wei Yiong secara terpisah.

Wan Wei Yiong menambahkan, penyesuaian pasar yang dimaksud adalah transaksi dilakukan secara wajar, teratur dan efisien. "Kan ada beberapa. Penerapan Algo yang seperti apa, kan nggak bisa juga dilakukan 100%," kata Wei.

Algo trading merupakan penerapan perdagangan berbasis algoritma.  Algo Trading (algo trader) akan menganalisis berbagai informasi yang tersedia, termasuk dari Google, Bloomberg, dan Reuters untuk mengeksekusi order sesuai strategi investasi tertentu yang telah ditanamkan dalam program algoritma, dan dijalankan dalam komputer canggih yang supercepat.

Awalnya Algo Trader dikembangkan oleh bank investasi dan perusahaan broker besar berskala internasional. Kemudian hal tersebut diikuti oleh para hedge fund sejalan dengan semakin murahnya biaya investasi teknologi informasi. Semua pihak dengan tujuannya masing-masing berlomba- lomba mengembangkan Algo Trader dengan strategi yang berbeda-beda.
(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads