"Daya tahan indeks cukup kuat dibanding negara-negara lain. Target indeks sampai akhir tahun, secara moderat mencapai 3.050, target optimistik 3.200, dan pesimistik di level 2.800," ujar Kepala Riset dari BNI Securities Nurico Gaman dalam diskusi IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).
Menurutnya, penurunan pada perdagangan akhir pekan ini, lebih diakibatkan faktor bursa regional. Ini ditambah dengan mengendurnya aksi jual di bursa-bursa Asia dan Eropa, yang membuat daya beli mulai tampak pada IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koreksi ini siklus saja, selama fundamental baik dan berfikir positif, ekspektasinya, maka indeks akan mengikuti ke arah tersebut," jelasnya.
Tercatat hingga 20 Mei 2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia, Year to Date (YTD) return mencapai 2,7%.
"PER kita lebih baik, dengan GDP Growth mencapai 6% sampai akhir tahun 2010. PER YTD Indonesia masih 29,2 kali. Bandingkan China yang 19 kali dan India 22,4 kali," ucapnya.
Kapitalisasi saham sampai 20 Mei 2010 juga tercatat turun, jika dibandingkan posisi akhir bulan lalu. Per 20 Mei kapitalisasi saham mencapai Rp 2.100 triliun. Akhir bulan lalu mencapai Rp 2.400 triliun.
Tren kenaikan suku bunga di pasar obligasi, juga akan terjadi seiring laju inflasi di 2010, khususnya pada kenaikan yield. Ini akan memberikan daya tarik investasi terhadap obligasi yang memiliki masa jatuh tempo kurang dari lima tahun.
"Para investor nampaknya akan mempertimbangkan berinvestasi pada obligasi, yang memberikan yield kupon lebih besar, dengan tingkat risiko yang relatif terukur, macam obligasi korporasi," jelasnya.
"Yield spread SUN 10 tahun yang relatif lebih tinggi atau lebih dari 500 bps diatas Treasury Notes (T-notes) 10 tahun, memberikan investasi yang menarik bagi investor," imbuhnya.
(wep/hen)











































