Demikian disampaikan dalam hasil RUPS perseroan yang dipublikasikan, Senin (24/5/2010).
Semula, BEKS akan menerbitkan 10% saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada harga Rp 100 per saham. Total nilai aksi ini sebesar Rp 8,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun rencana ini dibatalkan lantaran PT Recapital Advisors telah memastikan rencana pengambilalihan mayoritas saham BEKS melalui mekanisme rights issue.
Oleh sebab itu, pemegang saham juga menyetujui peningkatan modal dasar dari semula sebesar Rp 199 miliar menjadi Rp 2 triliun. BEKS akan menerbitkan 5.122.500.000 saham baru dengan HMETD pada harga Rp 100 per saham. Itu berarti, total nilai rights issue ini mencapai Rp 512,25 miliar.
PT Recapital Securities, anak usaha PT Recapital Advisors akan bertindak menjadi pembeli siaga dalam rights issue ini. Selain menjadi pembeli siaga atas rights issue ini, Recapital juga akan membeli seluruh saham milik keluarga Widjaja di BEKS.
Saat ini komposisi pemegang saham BEKS adalah Lunardi Widjaja sebanyak 432.500.000 saham (50,66%), Lusiana Widjaja sebanyak 123.750.000 saham (14,49%), Irawati Widjaja 40.600.000 saham (4,76%), Sinthyawati Widjaja 40.600.000 saham (4,76%), Setiawan Widjaja 39.265.000 saham (4,6%). Sisanya sebanyak 177.035.000 saham (20,74%) milik publik.
Total kepemilikan keluarga Widjaja sebanyak 676.715.000 saham atau setara dengan 79,26% dari total saham BEKS saat ini sebanyak 853.750.000 saham.
Apabila seluruh pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue ini, maka Recapital akan menguasai 676.715.000 saham keluarga Widjaja dan 5.122.500.000 saham baru. Totalnya mencapai 5.799.215.000 saham (97,04%), sedangkan sisanya sebesar 177.035.000 saham (2,96%) menjadi milik publik.
Dengan terjadinya perubahan pengendali saham, maka Recapital bakal wajib menggelar tender offer. Jika harga tender offer sama dengan harga eksekusi rights issue, maka nilai tender offer akan mencapai Rp 17,703 miliar.
Selain itu, RUPS juga menyetujui susunan direksi dan komisaris BEKS yang baru, yakni
- Presiden Komisaris : Endriartono Sutarto.
- Komisaris : Herman Sgiarto.
- Komisaris : Dedy Rifky Ramsey.
- Direktur Utama : Gandhi Ganda Putra.
- Direktur : Teguh Wiyono.
- Direktur : Maximianus Puguh Djiwanto.
- Direktur : Tonny Antonius.
- Direktur : Andy Sutarto.
Â
(dro/qom)











































