"IPO Berau Energy pada Juli 2010," ujar Presiden Komisaris Berau, Bob Kamandanu disela acara Updating Mining 2010 di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (24/5/2010).
Menurut Bob, saham yang akan dilepas sebanyak 20% dari total saham perseroan. "Sekitar 20%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan telah menunjuk 4 penjamin emisi IPO yakni PT Recapital Securities, PT JP Morgan Securities, PT Danatama Makmur dan PT Credit Suisse Securities.
Rencananya, hasil bersih dari IPO akan digunakan untuk memperluas produksi batu bara di unit batu bara yang dimiliki sepenuhnya penambang PT Berau Coal. Untuk menjaring calon pembeli, Berau Energy dijadwalkan menggelar roadshow pemasaran untuk IPO di sejumlah negara, di antaranya Singapura, Hong Kong, London, dan New York.
Perseroan menargetkan produksi batu bara tahun ini sebesar 16 juta sampai 17 juta ton, naik sekitar 13,3 persen dibanding produksi 2009 yang 14 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi yang dimiliki saat ini hingga 2014 diperkirakan 30 juta ton per tahun. Sebagian besar produksi batu baranya atau sekitar 60 persen diekspor dan 40 persen untuk kebutuhan lokal.
Rencana IPO Berau tetap berjalan meskipun skema akuisisi njelimet PT Recapital Advisors bersama PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) senilai Rp 10 triliun dipastikan batal. Recapital dan DOID tidak menemui kesepakatan dalam pembahasan skema akuisisi selama 7 pekan.
Β
Β
(dro/qom)











































