IHSG dibuka naik tipis ke level 2.623,716 dan langsung menguat ke level 2.672,862, naik 39 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.623,221.
Di awal perdagangan, IHSG naik cukup tinggi lantaran terbawa sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang menguat cukup tinggi. Hampir seluruh saham unggulan menguat dipimpin oleh saham-saham komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava telah membantah kabar tersebut, aksi jual masih mendera saham BUMI dan saham Bakrie 7 lainnya.
Faktor kedua adalah pembalikan arah yang terjadi pada bursa-bursa regional Eropa yang mulai kembali menunjukkan sinyal-sinyal koreksi. Saham-saham perbankan yang semula memimpin kenaikan indeks saham Eropa mulai mengendur.
Kemudian sinyal bahwa perdagangan kontrak berjangka di AS yang diindikasikan koreksi nanti malam memicu penurunan saham-saham komoditas di Eropa yang kemudian diikuti dengan koreksi tajam saham-saham komoditas di IHSG.
Indeks saham sektor pertambangan memimpin koreksi diikuti oleh koreksi tajam saham sektor perkebunan dan infrastruktur. Penopang IHSG adalah saham sektor konsumsi dan perbankan yang masih berada di zona hijau.
IHSG pun sempat jatuh 23 poin ke level 2.600,852 akibat aksi jual saham-saham komoditas dan Bakrie 7. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini berkisar antara level 2.600,852 hingga 2.672,862.
Aktivitas investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,287 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,074 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 213,871 miliar.
Pada perdagangan Senin (24/5/2010), IHSG ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610. Indeks LQ 45 juga turun 2,498 poin (0,49%) ke level 500,311.
Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.240 per dolar AS.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 113.428 kali pada volume 6,341 miliar lembar saham senilai Rp 4,640 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 139 saham turun dan 55 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat, kecuali bursa Jepang yang terjebak di zona negatif.
- Indeks Shanghai naik tajam 89,90 poin (3,48%) ke level 2.673,42.
- Indeks Hang Seng menguat 121,93 poin (0,62%) ke level 19.667,76.
- Indeks Nikkei 225 turun 26,14 poin (0,27%) ke level 9.758,40.
- Indeks Strait Times menguat 20,55 poin (0,76%) ke level 2.721,75.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 31.500, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 14.950, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 14.700, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 7.950, BNI (BBNI) naik Rp 75 ke Rp 2.375.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 30.900, Telkom (TLKM) turun Rp 350 ke Rp 7.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 345 ke Rp 1.780, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 12.300, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 37.900.
Â
Â
(dro/qom)











































