Kapitalisasi Pasar Bakrie 7 Melorot Rp 10 Triliun Dalam 1 Hari

Kapitalisasi Pasar Bakrie 7 Melorot Rp 10 Triliun Dalam 1 Hari

- detikFinance
Senin, 24 Mei 2010 17:23 WIB
Kapitalisasi Pasar Bakrie 7 Melorot Rp 10 Triliun Dalam 1 Hari
Jakarta - Nilai kapitalisasi pasar saham-saham Bakrie 7 merosot Rp 10,141 triliun pada perdagangan hari ini. Koreksi tajam Bakrie 7 sukses memporak-porandakan lantai bursa dan memukul IHSG jatuh ke zona negatif.

Aksi jual massif pada saham-saham Bakrie 7 dipicu oleh koreksi saham Bumi Resources (BUMI). Rumor rencana rights issue BUMI diprediksi menjadi penyebab utamanya.

Kabar lain mengatakan, lembaga pemeringkat internasional Moody's yang hendak menurunkan peringkat investasi BUMI diduga membuat bandar-bandar saham Bakrie melakukan koreksi target harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya belum ada kejelasan mengenai kabar tersebut. Namun SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava jelas-jelas membantah rumor rencana rights issue.

"Beredar sebuah rumor tidak bertanggung jawab yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue. Rumor tersebut dikutip oleh sejumlah fund manajer global," ujarnya dalam bincang-bincang dengan detikFinance, Senin (24/5/2010).

Menurut Dileep, boleh jadi rumor tersebut telah membuat sejumlah investor asing melakukan aksi jual secara massal pada saham BUMI yang kemudian diikuti oleh investor-investor domestik.

"Rumor tersebut sama sekali tidak benar. Kami tidak ada rencana untuk melakukan rights issue. Kami akan segera membuat pengumuman formal kepada publik mengenai hal ini," jelas Dileep.

Saham BUMI melorot Rp 345 (16,23%) ke level Rp 1.780 dengan volume sebanyak 1,368 juta lot senilai Rp 1,328 triliun. Nilai kapitalisasi pasar BUMI menurun drastis dari sebelumnya Rp 41,233 triliun menjadi Rp 34,539 triliun pada perdagangan hari ini.

Saham Bakrieland Development (ELTY) melorot Rp 30 (18,86%) ke level Rp 129 dengan volume 1,779 juta lot senilai Rp 120,981 miliar. Kapitalisasi pasar ELTY menurun dari sebelumnya Rp 3,173 triliun menjadi Rp 2,574 triliun.

Saham Energi Mega Persada (ENRG) anjlok Rp 23 (19,32%) ke level Rp 96 dengan volume 1,252 juta lot senilai Rp 66,033 miliar. Kapitalisasi pasar ENRG turun dari sebelumnya Rp 4,829 triliun menjadi Rp 3,896 triliun.

Saham Bakrie Telecom (BTEL) turun tipis Rp 3 (2,11%) ke level Rp 139 sebanyak 664.212 lot senilai Rp 46,851 miliar. Kapitalisasi pasar BTEL berkurang dari sebelumnya Rp 4,044 triliun menjadi Rp 3,959 triliun.

Saham Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) anjlok Rp 65 (16,25%) ke level Rp 335 sebanyak 205.263 lot senilai Rp 37,397 miliar. Kapitalisasi pasar UNSP turun dari sebelumnya Rp 5,297 triliun menjadi Rp 4,436 triliun.

Saham Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 8 (12,90%) ke level Rp 54 sebanyak 1,217 juta lot senilai Rp 34,537 miliar. Kapitalisasi pasar BNBR menurun dari sebelumnya Rp 5,810 triliun menjadi Rp 5,060 triliun.

Terakhir, saham Darma Henwa (DEWA) turun Rp 10 (12,50%) ke level Rp 70 sebanyak 292.841 lot senilai Rp 10,943 miliar. Kapitalisasi pasar DEWA menurun dari sebelumnya Rp 1,748 triliun menjadi Rp 1,529 triliun.

Total volume perdagangan saham-saham Bakrie 7 mencapai 6,779 juta lot atau setara dengan 53,54% dari total volume IHSG hari ini sebanyak 12,682 juta lot.

Nilai transaksi Bakrie 7 mencapai Rp 1,644 triliun atau setara dengan 35,43% dari total nilai transaksi IHSG hari ini yang sebesar Rp 4,640 triliun.

Sementara nilai kapitalisasi pasar Bakrie 7 menurun tajam sebesar Rp 10,141 triliun (15,33%) dari sebelumnya Rp 66,134 triliun menjadi Rp 55,993 triliun pada perdagangan hari ini.

Koreksi tajam saham-saham Bakrie 7 kontan memicu aksi jual massif pada saham-saham lainnya. Saham-saham sektor komoditas menjadi sasaran utama pelaku pasar hari ini. Indeks saham sektor pertambangan bahkan turun hingga 4,54% ke level 2.051,745.

Akibatnya, IHSG yang semula berada di zona positif dengan kenaikan cukup tinggi, mendadak berbalik arah hingga jatuh ke zona negatif. IHSG pun ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610.

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads