PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) kembali menegaskan tidak akan menjual sahamnya ke investor strategis, seperti Trans Corporation ataupun PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Pembelian saham IDKM oleh investor yang juga bergerak di bidang media bisa dianggap monopoli usaha.
Menurut salah satu Komisaris Independen Indosiar, Teuku Iskandar, pemegang saham tidak akan melepas kepemilikan mereka ke investor manapun. Lagi pula, kabar yang berkembang di media beberapa waktu lalu, bahwa Trans Corp dan Mahaka, minati saham IDKM, dianggap hanya rumor.
"Itu kan rumor. Kita sudah kasih penjelasan ke BEI. Bagi yang berminat, mereka (TransCorp) kan sudah memiliki beberapa. Tentunya tidak sesuai dengan Undang-Undang (UU) penyiaran. Itu kan bisa dikatakan monolopi," jelas Teuku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari laporan sudah jelas, kita enggak perlu tambah modal. Dengan restrukturisasi sudah cukup," katanya.
Presiden IDKM Handoko, yang ditemui usai RUPST juga tidak ingin berkomentar banyak mengenai rumor penjualan saham perseroan. "Itu kan wilayahnya pemegang saham. Kami profesional. Kita enggak tahu itu," ungkapnya.
Sebelumnya, pemilik ABBA, Erick Tohir menyatakan minatnya untuk mengakuisisi satu televisi nasional di tahun ini. Untuk memenuhi ambisninya, ABBA berencana menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue hingga Rp 200 miliar.
"Kita memang akan mengembangkan bisnis televisi. Dananya nanti dari rights issue," ujar Erick waktu itu.
Trans Corp juga menyatakan hal yang sama. Melalui salah satu petingginya, Ishadi SK, pernah mengutarakan minat membeli saham IDKM, untuk memperluas bisnis broadcasting Trans Corp.
"Kami minta doanya saja. Ini agar baik untuk semua pihak. Kami tidak mau menjelaskan lebih lanjut, karena takut mempengaruhi harga sahamnya," papar Ishadi.
(wep/ang)











































