Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 26 Mei 2010 09:18 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US menghapus kerugian pada menit terakhir dalam perdagangan dengan reboundnya indeks Standard & Poor's 500 yang sempat mengalami pelemahan sebesar 3.1% dan Barney Frank menyatakan bahwa permohonan mengenai peraturan yang melarang perbankan untuk berinvestasi dalam derivatif terkesan berlebihan. Goldman Sachs Inc. naik 4.3%, Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. dan Newmont Mining Corp. menguat pada level 2.3%. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.04%) ke 1,074.03. Dow Jones Industrial Average (-0.2%) ke 10,043.75.     

Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat setelah reboundnya euro dan harga-harga komoditas. Saham-saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam 6 sesi, dengan dipimpin oleh saham produsen otomotif dan teknologi. Canon Inc, produsen kamera yang menjadikan Eropa sebagai pangsa pasar terbesarnya, naik 1% di Tokyo. BHP Billiton Ltd., perusahaan tambang terbesar dunia, menguat 3.4% di Sydney. Nikkei 225 (+1.2%) 9,571 Kospi (+0.37%) 1,566 S&P/ASX 200 (+2.2%) 4,358 STI (+1.22%) 2,682 

Commodity: Minyak mentah rebound di New York, setelah laporan industri yang menunjukkan penurunan stok bensin di AS dan pemulihan ekuitas dari kondisi yang terburuk. Minyak kemarin sebagian besar dibuka merosot 2,1 persen setelah American Petroleum Institute mengatakan persediaan bensin menurun sebesar 3.190.000 barel minggu lalu. Dow Jones Industrial Average turun 22,82 poin setelah terjun 292 poin dalam perdagangan awal. WTI Crude (+1.3%) $ 69.7/barrel Gold (+0.0%) USD 1,205/t oz CPO (+0.3%) RM 2,547/MT Nickel (-4.5%) USD 21,195/MT Tin (-0.9%) USD 17,595/MT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Economic: 40 Perusahaan AS Niat Investasi di Indonesia

Sebanyak 40 delegasi perusahaan besar Amerika Serikat (AS) sekelas Exxon Mobil Corporation dan General Electric Company hari ini bertemu dengan beberapa menteri Indonesia. Mereka yang tampak menemui pengusaha AS adalah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh.

Menurut Kepala Bappenas, semua menteri terkait memaparkan perubahan iklim, ekonomi hijau di Indonesia dan lainnya. Dalam hal perubahan iklim misalnya, bagaimana tentang area prioritas seperti kehutanan, gambut, energi, pertanian, waste management, listrik, transportasi, dan industri.

Banking: Tujuh Bank Belum Penuhi Modal Rp 100 Miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Mei 2010, masih ada tujuh bank umum yang memiliki modal inti di bawah ketentuan yang dipersyaratkan sebesar Rp 100 miliar. BI berharap ketujuh bank ini bisa segera memenuhi ketentuan itu. Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi mengatakan, sesuai ketentuan BI, bank-bank umum harus memenuhi persyaratan modal minimum sebesar Rp 100 miliar pada 2010.

Europe: Empat Bank Spanyol Akan Merger

Empat bank Spanyol berencana merger dan membentuk grup finansial terbesar kelima di negara itu. Nilai aset gabungan empat bank ini lebih dari € 135 miliar atau US$ 167 miliar. Keempat bank itu adalah Caja de Ahorros del Mediterraneo, Grupo Cajastur, Caja de Ahorros de Santander y Cantabria dan Caja de Ahorros y Monte de Piedad de Extremadura. Mereka memasukkan proposal penggabungan bisnis ke pemerintah, Selasa (25/5).Bank Sentral Spanyol mendesak penggabungan bank-bank yang bermasalah akibat terlalu jor-joran menyalurkan kredit properti.

Banking: Kapok Kasus Century Terulang, BI Bakal Langsung Tutup Bank

Bank Indonesia (BI) tampaknya kapok setelah menjadi bulan-bulanan dalam kasus penyelamatan Bank Century yang menelan dana hingga Rp 6,7 trilun. Untuk selanjutnya, BI akan bersikap tegas menutup sebuah bank jika terkena dampak krisis global. Hal itu akan dilakukan mengingat payung hukum untuk mengantisipasi krisis dimana tertuang dalam Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (UU JPSK) sampai saat ini belum juga disahkan. Sebelumnya, Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) juga mendesak pemerintah dan DPR untuk segera membahas dan mengesahkan UU JPSK. Perbanas menyatakan, jika Indonesia belum mempunyai sebuah UU untuk mengantisipasi krisis, maka jika nantinya krisis melanda tidak akan ada dasar hukumnya.

Economic: Reformasi Birokrasi Tentukan Tax Ratio

Reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan, khususnya pada Ditjen Pajak, harus terus dilanjutkan dan mendapatkan dukungan semua pihak agar target rasio penerimaan pajak (tax ratio) bisa dicapai. Tax Ratio 11,9% hingga 12% (dari total PDB), padahal fraksi (DPR) minta 13%-16%. Jadi dimohon dukungannya agar reformasi birokrasi tetap berlanjut dan membuat penerimaan terus meningkat sehingga memenuhi rencana awalnya, ungkap Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo. Ia juga berjanji akan menindak tegas oknum petugas Ditjen Pajak dan juga di Ditjen Bea dan Cukai yang nakal.

Economic: BKPM optimitis investasi AS naik 15%

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis investasi langsung dari AS pada tahun ini tumbuh hingga 15% dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$173,2 juta. Optimistis tersembut muncul setelah Kepala BKPM Gita Wirjawan melihat respon positif delegasi Menteri Perdagangan AS Gary F Locke atas prospek investasi di sektor energi di Tanah Air. Gita menerangkan maksud kunjungan delegasi Menteri Perdagangan AS Gary F Locke ke Indonesia adalah untuk mengenal lebih jauh mengenai potensi investasi, terutama di sektor energi dan energi terbarukan.

Corporate news

SMGR: Bakal Beli Pabrik Semen milik Malaysia

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan kembali melakukan akuisisi. Perusahaan pelat merah ini tengah mengkaji untuk mengambil alih pabrik semen dari negara tetangga yang sudah berproduksi. Direktur Utama SMGR Dwi Sucipto mengatakan bahwa pihaknya tengah mengincar pabrik di Malaysia, Filipina dan Thailand. Namun Dwi menjelaskan pihaknya akan lebih menyukai mengakuisisi pabrik di Malaysia karena masalah kedekatannya secara geografis dengan Indonesia dan harga bagus. Untuk akuisisi itu SMGR telah menyiapkan dana kurang lebih Rp 3 triliun.

ADRO: Ekspor Tergerus Krisis Yunani

Krisis utang Yunani telah membuat ekspor batubara PT Adaro Energy Tbk ke Spanyol turun sekitar 25-30%. Padahal, Spanyol merupakan salah satu pelanggan terbesar Adaro. Saat ini, Adaro sendiri sudah menjual hasil tambangnya ke 19 negara dengan 41 pelanggan yang tersebar di seluruh dunia. Dimana untuk masing-masing negara, Adaro menyuplai sekitar 2-2,5 juta ton per tahun. Sementara khusus di dalam negeri, Adaro menyuplai 11 juta ton atau sekitar 26% dari total produksi Adaro. Dimana sebesar 70-80% dipasok ke pembangkit-pembangkit milik PLN. Pada tahun 2010, perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia ini, menargetkan produksi akan meningkat dari 40,3 juta ton pada tahun 2009 menjadi 45 juta ton.

TLKM: Telkomsel targetkan raih 5 juta pelanggan data

PT Telkomsel memproyeksikan dapat meraih 5 juta pelanggan layanan mobile broadband TelkomselFlash pada akhir tahun ini dari total sekitar 2,4 juta saat ini. Gideon Edie Purnomo, VP Channel Management PT Telkomsel mengatakan target yang didukung dengan peluncuran paket perdana baru Flash Unlimited itu juga seiring dengan proyeksi peraihan 20 juta pengguna data dari sekitar 14 juta pada saat ini.

BUMI: Lepas Saham Baru US$375 Juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana menerbitkan 10% saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD). Nilai pelepasan saham saham itu ditaksir mencapai US$375 juta atau sekitar Rp3,45 triliun. BUMI berniat menerbitkan paling banyak 1,94 miliar saham baru sesuai Peraturan Bapepam No.IX.D.4 tentang penambahan modal tanpa HMETD. Perseroan berniat mengurangi utang perusahaan sedikitnya US$1 miliar hingga akhir 2010. Saat ini, total utang BUMI mencapai US$3,48 miliar.

PTBA: Alokasikan Dana Rp1,5 Triliun

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menganggarkan dana Rp1,5 triliun untuk menambah 20% kepemilikan saham pada PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) menjadi 30%. Bukit Asam akan membeli saham Grup Rajawali.

ANTM: Targetkan Produksi Emas 5 Ribu Kg

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan meningkatkan produksi emas dari proyeksi3,08 ton tahun ini menjadi 5 ton pada 2011. Tingkat produksi tersebut akan dicapai dengan menggenjot produksi dari Tambang Cibaliung di Kabupaten Pandeglang, Banten, dari 500 kg atau setara 16.075 troyounces artau toz (31 gram) tahun ini menjadi 2 ribu kg pada 2011. Dengan asumsi kadar emas sekitar 9,92 gram per ton dan jumlah bijihemas sebanyak 1,31 juta ton, umur Tambang Cibaliung diperkirakan mencapai 6 tahun.

TBLA: Terbitkan 200 Juta Saham Baru

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan menerbitkan 200 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan menargetkan perolehan dana Rp90 miliar, dengan asumsi dilepas pada harga Rp450 per saham. Semua saham baru itu kaan dilepas kepada perusahaan kreditur asal Singapura berinisial SL.

BBNI: Kredit Perkebunan Rp18 Triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah menyalurkan kredit perkebunan sebesar Rp18 triliun. Penyaluran tersebut diperkirakan terus meningkat tahun ini. Hingga akhir Maret 2010, total kredit BNI sebesar Rp118,48 triliun. Penyaluran kredit ini turun Rp2 triliun dibandingkan akhir Desember 2009.

BISI: Lunasi Utang Rp 100 Miliar, BISI Bidik Laba Rp 300 Miliar

PT Bisi Internasional Tbk (BISI) menargetkan dapat melunasi semua utangnya sebesar Rp 100 miliar di akhir 2010 untuk mencapai status bebas utang (zero debt). Perseroan mengincar laba bersih Rp 300 miliar.

AISA: Tiga Pilar Dapat Proyek Memasok Beras Ke Bulog

Selain mulai masuk ke sektor CPO, tahun ini PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) juga akan mendapatkan tambahan penghasilan dari bisnis perdagangan beras. Terlebih AISA sudah menandatangi nota kesepahaman (moU) dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) untuk memasok ke Bulog. Menurut Presiden Direktur AISA Stefanus Joko Mogoginta, memperkirakan pendapatan AISA dari bisnis ini di 2010 akan mencapai Rp 300 miliar. Padahal untuk tahun ini, beras tersebut akan dibeli dari koperasi di dua provinsi yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Corporate News



  • SMGR: Bakal Beli Pabrik Semen milik Malaysia
  • ADRO: Ekspor Tergerus Krisis Yunani
  • TLKM: Telkomsel targetkan raih 5 juta pelanggan data
  • BUMI: Lepas Saham Baru US$375 Juta
  • PTBA: Alokasikan Dana Rp1,5 Triliun
  • ANTM: Targetkan Produksi Emas 5 Ribu Kg
  • TBLA: Terbitkan 200 Juta Saham Baru
  • BBNI: Kredit Perkebunan Rp18 Triliun
  • BISI: Lunasi Utang Rp 100 Miliar, BISI Bidik Laba Rp 300 Miliar
  • AISA: Tiga Pilar Dapat Proyek Memasok Beras Ke Bulog

Corporate News

  • Hari ini (26/5), cum dividen tunai Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 466,65 per saham Ex dividen (27 Mei 2010)
  • Hari ini (26/5), cum dividen tunai Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) Rp 6 per saham Ex dividen (27 Mei 2010)
  • Hari ini (26/5), cum dividen tunai Trias Sentosa Tbk (TRST) Rp 15 per saham Ex dividen (27 Mei 2010)

Technical Picks


  • TLKM (7200) – Spec Buy
  • ASII (36400) – Spec Buy
  • BUMI (1710) – Spec Buy
  • ELTY (119) – Spec Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads