Bank Agro Bidik Rights Issue di 2011

Bank Agro Bidik Rights Issue di 2011

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 26 Mei 2010 14:02 WIB
Jakarta - PT Bank Agroniaga Tbk berencana menggelar rights issue di tahun 2011 dan menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar di tahun berikutnya. Aksi korporasi itu dilakukan dalam rangka memperkuat modal perseroan.

"Kita akan rights issue di 2011 dan terbitkan obligasi di 2012. Ini rencana sebelum BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk) masuk, nanti akan kita bicarakan lagi," kata Direktur Utama Bank Agroniaga Kemas M. Arief usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (26/5/2010).

Menurutnya, dua aksi korporasi itu dilakukan untuk memperkuat modal bank milik Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun). Perseroan berencana membahas kedua hal tersebut bersama BRI setelah rencana akuisisi selesai dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhir tahun 2010, perseroan menargetkan laba bersih sebanyak Rp 8 miliar, tumbuh hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 2,19 miliar.

Sementara pendapatan bunga bersih diperkirakan sebanyak Rp 420 miliar dengan total kredit diperkirakan Rp 2,5 triliun.

Menurut Direktur Operasi Bank Agro Sjahfiri Gaffar, hingga triwulan I-2010 perseroan belum menyalurkan kreditnya. Total kredit perseroan masih sama dengan angka pada akhir tahun 2009 lalu, yaitu Rp 1,9 triliun.

"Memang di triwulan I-2010 masih below (di bawah) target, harusnya sudah Rp 2,1 triliun. Ini masih ada kendala untuk nasabahnya perlu kita seleksi dulu," ungkapnya.

Menurutnya, porsi kredit terbesar Bank Agroniaga masih didominasi oleh kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor perkebunan dan pertanian. Sementara posisi kredit macet atau non performing loan (NPL) perseroan berada di posisi 4,9 persen (nett).

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads