"Sebelumnya ada puluhan, sekarang sudah ada lima yang masuk dalam kajian," kata Presiden Direktur ENRG Imam Agustino usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Perseroan menargetkan akuisisi tersebut akan bisa terlaksana tahun ini. Namun sayangnya, ia enggan merinci jumlah perusahaan yang akan diakuisisi dari lima yang sedang dikaji saat ini. Satu yang pasti, blok migas tersebut berada di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, perseroan tidak terlalu mempermasalahkan porsi saham dalam akuisisi nanti, baik mayoritas maupun minoritas. Yang terpenting bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan kepada kinerja emiten berkode ENRG itu.
"Yang penting bisa dikonsolidasikan dan memberi nilai tambah. Wilayahnya juga tidak hanya di Sumatera dan Kalimantan saja," ujarnya.
Mengenai kinerja tahun 2010 ini, ia mengaku perseroan menargetkan pendapatan lebih dari US$ 200 juta. Pasalnya, harga minyak dunia sudah berangsur naik.
Selain membaiknya harga minyak, Imam menambahkan, tumbuhnya pendapatan juga akan disumbang oleh kenaikan produksi minyaknya sebanyak 15 persen dari tahun lalu. Tahun lalu, produksi minyak perseroan mencapai 8.000 barel per hari.
"Tahun lalu sekitar US$ 140 juta, tahun ini kita perkirakan berada di atas US$ 200 juta," ungkapnya.
(ang/dnl)











































