Penguatan IHSG antara lain ditopang oleh lonjakan saham-saham kelompok usaha Bakrie. Saham-saham grup Bakrie melonjak setelah Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali Ditjen Pajak atas kasus penyidikan pajak PT Kaltim Prima Coal, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengawali perdagangan, IHSG tercatat langsung menguat mengikuti penguatan bursa-bursa regional lainnya. Bursa Asia menguat karena investor merasa penurunan sebelumnya sudah klimaks dalam merespons krisis di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 9.320 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.370 per dolar AS.
"Saham grup Bakrie kemarin sudah turun tajam, nah sekarang juga pasti naiknya tajam karena kemarin terdorong oleh sentimen regional sehingga terjadi panic selling. Sekarang setelah tahu regionalnya bagus, terjadi lagi panic buying. Jadi saya kira wajar kenaikan hari ini," ujar pengamat pasar modal Edwin Sinaga.
Bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat, namun tidak spektakuler seperti IHSG.
- Indeks Shanghai naik 3,16 poin (0,12%) ke level 2.625,79.
- Indeks Hang Seng menguat 210,95 poin (1,11%) e level 19.196,45.
- Indeks Nikkei-225 menguat 62,77 poin (0,66%) ke level 9.522,66.
- Indeks Straits Times naik 59,43 poin (2,24%) ke level 2.710,04.
Saham-saham grup Bakrie melonjak tajam. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bahkan melonjak tajam hingga 52% sebelum akhirnya kena halting.
Saham-saham yang menguat di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 340 menjadi Rp 2.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 4.200 menjadi Rp 36.000, Astra International (ASII) naik Rp 3.650 menjadi Rp 40.050, PTBA naik Rp 1.200 menjadi Rp 16.900.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 30 menjadi Rp 430, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 95 menjadi Rp 415, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 50 menjadi Rp 5.950. (qom/dnl)











































