Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 27 Mei 2010 09:18 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham AS kembali melemah, dengan penutupan Dow Jones Industrial Average di bawah level 10,000 pertama kalinya sejak Februari silam dikarenakan laporan di China yang masih meninjau investasi di obligasi pemerintah Eropa yang akan mendorong kekhawatiran krisis kredit akan memburuk. Microsoft Corp anjlok sebesar 4.1% setelah Chief Executive Officer Steve Ballmer mengatakan dampak dari krisis utang tidak ada terisolaso ke negara Eropa.

Wells Fargo & Co dan Goldman Sachs Group juga setidaknya melemah 1.6% setelah Financial Times mengatakan, para pejabat Cina telah bertemu dengan banker asing untuk membahas kepemilikan utang Eropa. Standard & Poors' 500 indeks (-0.6%) ke 1,067.95; Dow Jones Industrial Average(-0.7%) ke 9,974.45.

Regional Pagi: Bursa saham Asia bergerak mix di hari Kamis seiring masih waspadanya investor di tengah berlanjutnya volatilitas pada bursa saham global. KB Financial (+0.9%), sementara Samsung Electronics dan LG Electronics naik masing-masing 2.0%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Jepang melemah setelah laporan bahwa China akan mempertimbangkan pemangkasan investasinya pada obligasi peemrintah Eropa, dan euro melemah di tengah kekhawatiran akan memburuknya krisis utang Eropa. Mizuho Financial Group, Inc (-1.2%). Canon Inc., (-1.9%). Nissan Motor Co (-1.4%). Nikkei (-0.8%) 9,453 Kospi (+0.45%) 1,589 S&P/ASX 200 (+0.4%) 4,325 STI (-0.11%) 2,693

Commodity: Minyak Mentah melemah di New York setelah laporan pemerintah menunjukkan ekspektasi yang lebih besar untuk kenaikkan persediaan minyak mentah di AS sebagai konsumen energi terbesar. Minyak mentah melemah setelah mengalami kenaikan sebesar 4% kemarin dan laporan Departemen Energi mengatakan cadangan minyak mentah naik ke 2.46 juta ke 365.1 juta barel minggu lalu.

Persediaan itu diperkirakan akan naik 250 ribu barel, menurut survey Bloomberg dari 17 analis. Kekhawatiran tentang Eropa dan masa depan sebagai mata uang tunggal memacu penurunan sebesar 20% di harga minyak antara 3 Mei dan 25 Mei. WTI Crude -0.7% (($71.0/barrrel) Gold 100 OZ 0.0% (USD 1.212/t oz) CPO -0.2% (RM 2,542/MT) Nickel -0.4% (USD 21,115/MT) Tin -0.1% (USD 17,575/MT).

Economic & Industrial News

Economic: Dana Asing di SBI Terkuras Hingga Rp 37 Triliun

Krisis utang yang membelit sejumlah negara Eropa membuat investor asing cemas. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk menarik dana jangka pendek alias hot money yang selama ini menempati instrumen-insrumen pasar keuangan domestik. Data terbaru Bank Indonesia (BI) mencatat, selama rentang waktu antara akhir April 2010 hingga pekan keempat Mei ini, hot money yang hengkang dari instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai Rp 37 triliun.

Economic: Pemerintah Tetap Terbitkan Obligasi

Pemerintah menilai belum saatnya Indonesia menarik pinjaman siaga (stanby loan), meskipun kondisi pasar keuangan menuntut biaya tinggi atas penerbitan obligasi negara. Direktur Pengeloalaan Utang, menilai sampai saat ini Indonesia belum perlu untuk menarik fasilitas kontijensi atau pinjaman siaga dari lima sumber pendanaan multilateral karena kondisi pasar keuangan, domestik dan global, masih memungkinkan bagi pemerintah untuk menerbitkan surat berharga negara (SBN).

Economic: AS Dinilai Berminat Bentuk FTA Dengan Indonesia

Kunjungan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gary Locke ke Indonesia pada pekan ini, disusul Presiden Barack Obama dalam beberapa pekan mendatang, memperkuat sinyal keinginan AS untuk membentuk Free Trade Agreement (FTA) dengan Indonesia. M. Ikhsan Modjo, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), meproyeksikan permintaan Gary Lock atas pembebasan investasi asing, termasuk perbaikan daftar negatif investasi (DNI) merupakan salah satu upaya negara itu membentuk FTA.

Economic: China Dorong Investasi di Indonesia

China berjanji mendorong pengusahanya untuk berinvestasi di Asean termasuk Indonesia. Asean menjadi mitra dagang terbesar keempat bagi China dan sebagai basis impor ketiga bagi negaranya. Volume perdagangan Asean-China terus menunjukkan peningkatan.

Economic: IMF Ingatkan UE Gunakan Bantuan untuk Pertumbuhan

Pemimpin Dana Moneter Internasional Dominique Strauss-Kahn mendesak negara-negara Uni Eropa untuk mengkoordinasikan rencana pemulihan krisis nasional mereka, terutama dengan menggunakan bagian dari dana stabilisasi Uni Eropa-IMF 1 triliun dolar untuk meningkatkan pertumbuhan.

"Sebagian dari uang ini harus digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, karena tanpa pertumbuhan prospek di zona euro dan negara-negara Eropa akan sulit untuk dapat keluar dari krisis," katanya kepada wartawan saat mengunjungi Brasilia.

Dana yang dia maksud adalah paket penyelamatan 750 miliar euro (satu triliun dolar) yang dikumpulkan awal bulan ini dalam upaya untuk menopang euro setelah mengakibatkan ketakutan di pasar keuangan berbahaya Yunani. Meskipun dana itu dimaksudkan sebagai jaminan kredit untuk ekonomi lemah zona euro, saran Strauss-Kahn akan memperluas ruang lingkup, berdasarkan pandangannya bahwa pengetatan ikat pinggang sekarang yang sedang diimplementasikan di Eropa perlu disertai dengan langkah-langkah memperkuat pertumbuhan.

Corporate news

ISAT: Indosat Perpanjang Penawaran Obligasi Dolar

PT Indosat Tbk, Indosat Finance Company BV, dan Indosat International Finance Company BV memperpanjang masa penawaran surat utang dolar AS bergaransi hingga 11 Juni 2010. Perpanjangan penawaran itu menyebabkan penyelesaian akhir akan dilakukan pada 21 Juni 2010. Dalam keterangan tertulis perseroan di Jakarta, Rabu 26 Mei 2010, disebutkan, surat utang dengan kupon 7,75 persen dan 7,125 persen tersebut baru diserap oleh investor sebesar US$ 170 juta. Sebelumnya, perseroan menetapkan batas akhir penawaran pada 7 Juni 2010.

BBNI: BNI jadi official bank di Kongres Real Estat

PT BNI Tbk mendukung perkembangan properti nasional dengan menjadi official bank pada perhelatan Kongres Federasi Real Estat Internasional ke-61 (FIABCI) bertema Save the World: Green Shoots for Sustainable Real Estate, yang diikuti oleh 987 peserta dari 41 negara. Gatot M. Suwondo, dirut Bank BNI, mengklaim dipercaya sebagai mitra industri properti dengan banyak memberikan fasilitas pembiayaan dan layanan perbankan.

BMRI: Salurkan Kredit Perkebunan Rp31,8 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyalurkan kredit ke sektor perkebunan Rp31,8 triliun hingga akhir Maret 2010.Kredit itu tumbuh 23% dibanding Maret tahun lalu, jauh lebih tinggi dari kenaikan kredit keseluruhan Mandiri sebesar 14,2%. Kredit perkebunan tersebut mengontribusi 15,75% dai total kredit Mandiri Rp201,9 triliun hingga akhr 1Q10. Peningkatan kredit sejalan dengan naiknya investasi sektor agribisnis.

ENRG: Sisa Dana Rights Issue Rp 1,5 T

PT Energi Mega Persada Tbk masih memiliki sisa dana hasil hasil penawaran umum terbatas II atau rights issue sebesar Rp 1,54 triliun. Sebelumnya, perseroan telah memperoleh dana hasil penawaran umum terbatas itu senilai Rp 4,84 triliun. Berdasarkan laporan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Rabu 26 Mei 2010, Energi Mega sudah merealisasikan dana hasil rights issue untuk pelunasan utang sebesar Rp 2,75 triliun. Sementara itu, untuk modal kerja telah direalisasikan sebesar Rp 1,85 triliun. Berdasarkan data tersebut, total dana rights issue yang telah direalisasikan mencapai Rp 4,6 triliun.

MEDC: Lunasi Obligasi US$250 Juta

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) telah melunasi pokok obligasi 144A senilai US$250 juta. Pelunasan surat utang tersebut mengurangi jumlah utang perseroan, dari US$868,47 juta menjadi US$618,46 juta. Pembayaran obligasi tersebut bunga dilakukan pada 21 Mei 2010 sebesar US$88,2 juta.

UNTR: Akusisi Tambang Rp460 Miliar

PT Astra International Tbk (ASII), melalui anak usahanya, PT United Tractots Tbk (UNTR), dalam waktu dekat mengakuisisi dua perusahaan tambang di Kalimantan Tengah. Perseroan telah menyiapkan dana akusisi dua kuasa pertambangan (KP) batubara tersebut sebesar US$50 juta atau sekitar Rp460 miliar. Pendanaan untuk mengakusisi dua KP tersebut berasal dari sisa dana hasil penerbitan saham baru (right issue) 2008.

JSMR: Dua Tol Akan Rampung

Operator tol PT Jasa Marga Tbk menjanjikan menyelesaikan dua ruas tol, yakni Tol Semarang-Ungaran (Jawa Tengah) dan Tol Surabaya-Mojokerto seksi 1A. Dua tol akan itu mengurai kepadatan di Semarang dan Surabaya, sekaligus menyumbang pendapatan perseroan. Saat ini Jasa Marga mengoperasikan tol sepanjang 531 kilometer atau 76% dari seluruh tol di Indonesia. Jika seluruh tol yang saat ini dibangun Jasa Marga selesai, dalam 3-4 tahun mendatang, diperkirakan Jasa Marga mengoperasikan tol sepanjang 750 km. Dalam RUPST Jasa Marga juga diputuskan bahwa akan dibagikan dividen senilai Rp 592,2 miliar. Nilai dividen itu setara 60% dari total laba bersih yang diraih perseroan pada tahun 2009 sebesar Rp 992 miliar.

IPO: Berau Energy Bidik Dana US$1 Miliar

PT Berau Energy mencari dana US$1 miliar atau sekitar Rp9,2 triliun melalui kombinasi penawaran umum perdana (IPO) saham, emisi obliagsi, dan pinjaman bank. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi dan pembayaran utang. Berau Energy berencana melepas 18,2% saham melalui IPO pada Agustus 2010.

BLTA: Harga Rights Issue BLTA Diskon 47%

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berencana menerbitkan 5,98 miliar saham baru (rights issue) pada harga Rp 220 per unit untuk membiayai pembelian sejumlah kapal baru dan memperkuat modal kerja. Harga saham baru yang diterbitkan itu diskon 46,99% dari harga saham perusahaan pada penutupan kemarin di level Rp 415. Rights issue yang ditempuh melalui HMETD itu memakai rasio 1:1.

ASII: Jadwal Pembagian Dividen

RUPST PT Astra International Tbk (ASII) menyetujui pembagian dividen sebesar kurang lebih 45% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 atau sebesar Rp 1.120 per saham, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 290 per saham yang telah dibayarkan pada 16 November 2009, dan sisanya sebesar Rp 830 per saham akan dibayarkan pada 5 Juli 2010. Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tersebut:

cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi: 16 Juni 2010
ex dividen tunai di padar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2010
cum dividen tunai di pasar tunai: 21 Juni 2010
ex dividen tunai di pasar tunai: 22 Juni 2010
recording date: 21 Juni 2010
payment date: 5 Juli 2010.

Corporate News


  • ISAT: Indosat Perpanjang Penawaran Obligasi Dolar
  • BBNI: BNI jadi official bank di Kongres Real Estat
  • BMRI: Salurkan Kredit Perkebunan Rp31,8 Triliun
  • ENRG: Sisa Dana Rights Issue Rp 1,5 T
  • MEDC: Lunasi Obligasi US$250 Juta
  • UNTR: Akusisi Tambang Rp460 Miliar
  • JSMR: Dua Tol Akan Rampung
  • IPO: Berau Energy Bidik Dana US$1 Miliar
  • BLTA: Harga Rights Issue BLTA Diskon 47%
  • ASII: Jadwal Pembagian Dividen

Corporate Actions


  • Hari ini (27/5), cum dividen tunai Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rp 10,02 per saham Ex dividen (31 Mei 2010)
  • Hari ini (27/5), cum dividen Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Rp 242,48 per saham Ex dividen (31 Mei 2010)
  • Hari ini (27/5), cum dividen Summarecon Agung Tbk (SMRA) Rp 8 per saham Ex dividen (31 Mei 2010)
  • Hari ini (27/5), cum dividen Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) Rp 23 per saham Ex dividen (31 Mei 2010)
  • Hari ini (27/5), cum dividen Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Rp 9,2 per saham Ex dividen (31 Mei 2010).

Technical Picks


  • ENRG (114) – Trading Buy
  • BBCA (5250) – Trading Buy
  • SMGR (8900) – Trading Sell
  • BBRI (8100) – Trading Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads