Bapepam: Pelaku Pasar Tak Perlu Berlebihan Tanggapi Krisis Eropa

Bapepam: Pelaku Pasar Tak Perlu Berlebihan Tanggapi Krisis Eropa

- detikFinance
Kamis, 27 Mei 2010 18:30 WIB
Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), Fuad Rahmany meminta para pelaku pasar modal dalam negeri tak perlu bereaksi berlebihan menghadapi keadaan krisis utang yang terjadi di Eropa khususnya Yunani.

Fuad mengatakan, struktur perekonomian Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan posisi saat krisis ekonomi global pada tahun 2008 yang lalu.

"Pesan kami jangan panik, karena krisis besar sudah kita alami di 2008. Jadi sepertinya mudah-mudahan bisa kita," tegas Fuad saat ditemui di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Fuad, penurunan tajam IHSG seperti yang terjadi pada hari Selasa (25/5/2010), terjadi bukan karena faktor eksternal, namun akibat faktor domestik.

"Foreign investors hanya keluar sedikit Rp 64 miliar. Ada yang beli besar Rp 1 triliun lebih, jual Rp 1 triliun lebih. Nett-nya hanya sedikit, itu yang bikin hari Selasa turun 3,6% bukan karena internal, tapi domestik," ujarnya.

Fuad menambahkan penurunan itu juga disebabkan karena pasar mengantisipasi krisis Yunani dan dampaknya kepada Eropa terlalu besar sehingga terjadi overshot.

"Kemarin itu koreksi, bisa ke atas bisa ke bawah dan pasar mengantisipasi terlalu besar sehingga overshot," ujarnya.

Meski demikian, tambah Fuad, kondisi tersebut hanya sesaat. Pasalnya sehari setelah itu, IHSG kembali menguat sebesar 7,27% dan hari ini menguat 0,64%.

"Kemarin itu koreksi dan sekarang positif. Di pasar modal biasa overshot bisa ke atas atau ke bawah. Kadang penyesuaiannya terlalu besar," tuturnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads