2 Bank Siap Fasilitasi Subrekening Efek

2 Bank Siap Fasilitasi Subrekening Efek

- detikFinance
Senin, 31 Mei 2010 18:19 WIB
Jakarta - Dua bank telah menyatakan kesediaannya untuk membuat subrekening sebagai fasilitas baru investor. Fasilitas ini akan memudahkan investor untuk memeriksa dana tunai yang tersimpan di rekening broker.

Hal ini disampaikan  Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida saat ditemui di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (31/5/2010).

"Kedepan, rekening bank pembayar, broker, akan sampai sub rekening yang dimiliki nasabah," kata Nurhaida

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, investor dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan jumlah dana tunai mereka di rekening broker. Hingga kini sudah ada dua bank yang menyetujui pembukaan subrekening efek tersebut.

"Mereka bisa cek. Sudah ada dua bank yang setuju, namun prosesnya masih belum tuntas," jelas Nurhaida.

Namun sayang, Nurhaida masih enggan menyebut bank-bank yang telah bersepakat dengan Bapepam-LK.

Menurutnya, pembentukan subrekening bertujuan mengamankan dana investor. Selama ini pun Bapepam-LK tidak bisa memantau secara penuh keberadaan dana tersebut. Deposit nasabah, khususnya yang melakukan transaksi online, masih berbentuk uang tunai  dan tercatat atas nama rekening perusahaan efek.

Nurhaida juga menyebut bahwa, bank-bank yang mencairkan fasilitas pinjaman untuk transaksi Intraday, kemungkinan akan bertambah. Ini sejalan dengan, perkembangan volume transaksi yang semakin meningkat.

Sampai hari ini, baru terdapat dua bank yang sepakat fasilitas pinjaman transaksi Intraday. Mereka adalah PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan nilai mencapai Rp 490 miliar.

"Kami dorong untuk KPEI menjajaki kerjasama dengan bank lain. Namun ini sifatnya bilateral, mutual aggrement. Jadi kesepakatan kedua belah pihak," paparnya.

Lanjut Nurhaida, "namun penambahan itu pilihan. Bank bisa lebih atau bank yang ada asalkan dapat meng-cover volume yang semakin meningkat," imbuhnya.

 

 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads