IHSG dibuka turun tipis ke level 2.796,660 dan kemudian melemah cukup dalam hingga sempat menyentuh level 2.726,604, turun 70 poin dari penutupan kemarin di level 2.796,957.
Pada awal perdagangan, IHSG sudah terjebak di zona negatif akibat adanya tekanan jual dari aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar setelah naik 3% lebih pada perdagangan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika bursa Eropa dibuka dan mengalami koreksi dengan rata-rata di atas 1% akibat adanya kekhawatiran situasi utang Yunani dan dampaknya ke perekonomian Eropa memicu aksi jual lebih tajam di bursa-bursa saham Asia. Akibatnya, indeks-indeks saham Asia termasuk IHSG semakin terpuruk.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,251 triliun, sedangkan aksi beli sebesar Rp 1,079 triliun. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 172,234 miliar.
Pada perdagangan Selasa (1/6/2010), IHSG ditutup turun tajam 72,342 poin (2,59%) ke level 2.724,615. Indeks LQ 45 juga melemah 16,311 poin (3,01%) ke level 527,276.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 117.541 kali pada volume 9,026 miliar lembar saham senilai Rp 4,325 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 164 saham turun dan 50 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya terkoreksi lantaran adanya kekhawatiran dampak situasi utang Yunani terhadap perekonomian Eropa.
- Indeks Shanghai turun 23,86 poin (0,92%) ke level 2.568,28.
- Indeks Hang Seng turun 268,24 poin (1,36%) ke level 19.496,95.
- Indeks Nikkei 225 turun 56,87 poin (0,58%) ke level 9.711,83.
- Indeks Strait Times turun 37,79 poin (1,37%) ke level 2.714,81.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 19.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 33.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 17.650, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 15.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 16.850. (dro/dnl)











































