Demikian disampaikan Corporate Secreatry EMTK, Titi Maria Rusli dalam paparan publik di kantornya, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (1/6/2010).
Sepanjang tahun 2009, EMTK mencetak pendapatan sebesar Rp 2,828 triliun, turun 9,44% dari tahun sebelumnya Rp 3,123 triliun. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 13,24% menjadi Rp 1,795 triliun dari sebelumnya Rp 2,069 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan berhasil meminimalisir pos beban lain-lain, sehingga EMTK mencetak laba bersih sebesar Rp 161,760 miliar, naik 55,94% dari sebelumnya Rp 103,727 miliar.
Sisa perolehan laba, setelah dikurangi dividen akan digunakan sebagai laba ditahan, sebesar Rp 95,1 miliar. Kemudian Rp 2 miliar lagi disisihkan untuk dana cadangan.
Pada awal Januari 2010, perseroan mencatat dana hasil penawaran umum sebanyak Rp 177,8 miliar usai dikurangi biaya dan beban lain. Hingga 31 Maret 2010, dana tersebut telah digunakan untuk pengeluaran modal uji coba televisi berbayar DVBT dan akses broardband nirkel dan pengeluaran modal lain, dalam bisnis solusi sebesar Rp 11,3 miliar.
"Untuk pembiayaan modal kerja termasuk pembayaran pinjaman Rp 23,7 miliar. Saldo per 31 Maret, Rp 142,8 miliar," ungkap Direktur Utama EMTK, Susanto Suwarto.
(wep/ang)











































