Regional Pagi: Bursa saham Asia mencatatkan penguatan di hari Kamis, didorong oleh lonjakan pada Wall Street dan optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS. Investor terinspirasi oleh kenaikan Dow Jones Industrial Average sebesar 2.3% di hari Rabu, penguatan harian terbesar ketiga, dibantu oleh laporan penjualan rumah yang lebih baik dari ekspektasi. Nikkei (+2%) 9796 S&P/ASX 200 (+1.6%) 4,450 Kospi (+1.2%) 1,650 STI (+1.35%) 2,764Β
Commodity: Minyak mentah naik untuk hari kedua di New York setelah penjualan rumah AS meningkat dan data industri yang didanai menunjukan penurunan persediaan minyak mentah negara tersebut sehingga membuat optimisme mempercepat pemulihan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Pemerintah serap Rp 96 triliun melalui SBN
Pemerintah hingga akhir Mei berhasil menarik pendanaan dari pasar melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp96 triliun atau 53,9% dari target APBN-P 2010. Berdasarkan realisasi penerbitan obligasi negara tersebut, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto meyakini target penerbitan SBN sebesar Rp 178 triliun di APBN-P 2010 akan tercapai. Intinya, lanjut Rahmat, pihaknya tetap akan menerbitkan SBN secara reguler dalam dua minggu sekali, berupa surat utang negara (SUN) dan sukuk. Apabila, realisasi penarikan utang melebihi dari target yang telah ditetapkan, maka sisanya akan dikelola dengan baik.
Β
Economic: Pengusaha UKM Tolak Kenaikan TDL
Industri kecil dan UKM menolak rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan kenaikan harga gas 12 kilogram karena akan berimbas pada kelangsungan hidup usaha mereka. Jika bulan Mei 2010 lalu tak kurang dari 28 asosiasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Nasional (KAN) menyatakan penolakannya, kini jumlahnya bertambah menjadi sekitar 40 asosiasi. Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Nasional Franky Sibarani menegaskan, kalangan asosiasi menolak tegas rencana kenaikan TDL dan gas karena imbasnya akan merugikan kalangan industri.
Spain: Empat Bank Tabungan Spanyol Sepakat Merger
Empat bank tabungan daerah Spanyol, Rabu mengatakan, mereka telah sepakat untuk merger menjelang batas waktu 30 Juni untuk menekan dana penyelamatan pemerintah yang bertujuan menopang bank-bank lemah negara itu. Dalam pernyataan bersama Caja Murcia, Caixa Penedes, Caja Granada dan Sa Nostra mengatakan merger tersebut akan menciptakan bank pemberi pinjaman dengan aset 73 miliar euro (89 miliar dolar) dengan 1.703 kantor cabang dan empat juta nasabah. Entitas baru akan dipimpin oleh Caja Murcia yang akan memiliki lima kursi di kelompok dewan baru, dengan empat untuk Caixa Penedes, tiga untuk Caja Granada dan dua untuk Nostra Sa. Dua kursi lagi di dewan akan diperuntukkan bagi independen. Pengumuman ini terjadi dua hari setelah Caixa Girona setuju untuk bergabung dengan bank tabungan terbesar Spanyol, La Caixa.
Economic: Gantikan Sri Mulyani, Agus Marto Jadi Wakil RI di G-20
Setelah menggantikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan mewakili Indonesia dalam pertemuan G-20 tingkat Menteri Keuangan di Busan, Korea Selatan pada 3-5 Juni 2010 mendatang. Dalam pertemuan tersebut, Agus Marto bersama Menteri Keuangan dari dari negara-negara G20 lainnya akan berdiskusi mengenai krisis ekonomi yang melanda negara-negara Eropa.
Corporate news
DUTI: Laba Duta Pertiwi naik signifikan
PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk, perusahaan konstruksi dan real estate pada kuartal I/2010 berhasil membukukan laba bersih naik 136,69% menjadi Rp4 miliar dari tahun lalu Rp 1,69 miliar, terdongkrak laba bersih perusahaan asosiasi dan penjualan aset tetap. Manajemen Duta Pertiwi dalam keterbukaan informasi kemarin menjelaskan pada kuartal pertama tahun ini perseroan memperoleh laba penjualan aset tetap senilai Rp220,10 juta dan keuntungan bersih perusahaan asosiasi Rp944,59 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menanggung rugi Rp438,86 juta.
TLKM: Sinergi Flexi dan Esia Kian Dekat
Rencana sinergi antara Flexi milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Esia milik PT Bakrie Telecom, operator seluler berbasis CDMA, semakin mendekati kenyataan. Komisaris Utama Telkom menyatakan pembicaraan mengenai sinergi antara Flexi dan Esia sudah lama dilakukan. Pada saat yang sama, perseroan juga menjajaki sinergi dengan operator seluler lain.
TRUB: Saham Truba di PT Manunggal Tinggal 12,01%
Kepemilikan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk di PT Manunggal Multi Energi (MME) melalui anak perusahaan PT Maxima Infrastruktur telah terdilusi dari 90,1% menjadi 12,01%. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia disebutkan dilusi ini terjadi akibat konversi utang MME sebesar Rp162,50 miliar menjadi setoran saham oleh PT Galaksi Nusantara Kencana yang kini memiliki 87,99% saham MME.
BBRI: BRI Gandeng Waralaba Papan Atas
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menunjukkan keseriusannya menggarap pasar waralaba dengan menggandeng sejumlah pemegang merek dagang waralaba papan atas. Pemegang merek itu antara lain minimarket Alfamart, Apotek k-24, Klenger Burger, Iwata Tours & Travel. Corporate Secretary BRI Muhamad Ali. Dia mengatakan besaran plafon kredit waralaba BRI mulai dari skala di bawah Rp 100 juta hingga di atas Rp 40 miliar. Jangka waktu kredit hingga 5 tahun, sesuai dengan masa kontrak waralaba dan sesuai dengan masa kontrak waralaba dan sesuai dengan cash flow pengembalian.
BCIC: 2 Pemilik Asing Bank Century Dituntut Kembalikan Rp 3,1 Triliun
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk memeriksa dan mengadili para terdakwa mantan pemegang saham Bank Century, Hesham AL Warraq dan Rafat Ali Rizvi secara in absentia setelah tiga kali panggilan mangkir. Kedua mantan pemilik Bank Century tersebut diwajibkan untuk mengembalikan kerugian negara yang mencapai Rp 3,115 triliun. Hal itu dikatakan oleh Hakim Ketua Marsudin Nainggolan
MPPA: Raih Rating A+
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan rating A+ bagi PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan obligasi III tahun 2009 senilai Rp302 miliar. Rating A+ juga diberikan bagi Sukuk Ijarah perseroan seri II tahun 2009 sebesar Rp 226 miliar. Dengan pemberian rating A+ ini, pemeringkat creditwatch resmi dicabut, dan menetapkan rating stabil untuk Matahari dan obligasi serta sukuk ijarahnya.
PTBA: Segera Tuntaskan Akusisi Tambang Batubara
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) segera merampungkan akusisi satu tambang batubara di Kalimantan pada 1H10. Tambang batubara tersebut ditargetkan bisa mulai berproduksi pada semester berikutnya. Kas internal PTBA saat ini mencapai Rp4,8 triliun. Dari jumlah tersebut, pihaknya sudah mengalokasikannya sebesar Rp1,5 triliun untuk menambah kepemilikan saham di PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) dari 10% menjadi 30%.
BMRI: BSM Incar Remittance TKI
PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan menjalin kerja sama dengan perusahaan pengiriman uang di Hong Kong, SIngapura, dan Arab Saudi pada tahun ini. Banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) di tiga negara itu menimbulkan peluang untuk bisnis jasa pengiriman uang.
NISP: CAR Akan Capai 20%
Penerbitan obligasi subordinasi PT OCBC NISP Tbk tahun ini akan menaikan rasio kecukupan modal perseroan dari 17% menjadi 20%. Seiring penyaluran kredit, CAR perusahaan nantinya akan turun kembali. Direktur Utama OCBC NISP Parwati Suryaudaja menargetkan, CAR sebesar 15% pada akhir tahun ini.
(etr/dnl)











































