"Citi sedang proses. Dalam waktu dekat akan segera efektif dan beroperasi sebagai AB," Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Wan Wei Yiong saat ditemui seusai RUPST BEI di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Citi Securities yang merupakan anak usaha dari Citi Indonesia telah membeli kursi AB milik Republik Securities sejak tahun 2008. Namun ketika itu masih ada sejumlah kendala administrasi yang harus diselesaikan, sehingga belum dapat beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara tiga kursi lainnya, milik PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Patalian Water Securindo dan PT United Asia Securities masih akan diperebutkan oleh beberapa calon broker lain, yakni Morgan Stanley Securities, Daiwoo Securities dan Commonwealth Securities.
"Dari peserta yang berminat, ada yang paling minat. Morgan Stanley. Daiwoo juga serius," jelas Ito saat ditemui ditempat yang sama.
Otoritas bursa memang telah merencanakan menggelar lelang tiga kursi AB pada triwulan II-2010. Dari keempat calon pemilik kursi AB yang merupakan broker asing, terselip tiga sekuritas lokal. Mereka diantaranya, PT Monex, PT Evio Securities, dan PT Peak Securities.
Namun sayang, nampaknya target ini akan kembali mundur. Pasalnya, draf revisi yang telah diserahkan BEI belum mendapat persetujuan Bapepam-LK.
"BEI minta persetujuan Bapepam terkait aturan. Peserta lelang pun cukup banyak. Mereka pun sudah rekrut orang-orang yang akan masuk disitu (kursi AB)," paparnya.
Yiong, menyatakan draf revisi aturan keanggotaan masih terus dibahas BEI, Bapepam serta SRO lainnya.
"Masih terus dibahas kok," kata Yiong.
Satu peserta lainnya saat itu, PNM Securities, yang berminat berebut kursi AB belum dapat mengikuti pelelangan lantaran belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
Harga jual saham satu kursi AB pun ditaksir akan meningkat, dari ekspektasi semula Rp 8 miliar. Pasalnya market cap dari masing-masing AB saat ini sudah mencapai Rp 10 miliar.
"Harga kursinya kan belum dipastikan. Namun harga tidak akan jauh dari market cap AB, yang saat ini sudah Rp 10 miliar," ucapnya.
BEI dapat membeli kembali (buy back) saham kursi AB jika setelah melakukan lelang 6 kali berturut-turut tidak laku dijual. Harga beli BEI adalah pada nilai nominal sebesar Rp 135 juta.
Sejauh ini BEI telah melelang sebanyak 2 kali berturut-turut, yaitu pada November dan Desember 2008. Lelang tidak lanjutkan karena BEI menilai para peserta lelang tidak serius dalam memberikan penawaran.
(dro/dnl)











































