Demikian disampaikan Presiden Direktur Bentoel Jeremy Pike dalam paparan publik di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2010).
Perseroan juga mencatat perbaikan laba bersih dibandingkan tahun 2009. Pada triwulan-I 2010, laba bersih perseroan naik 111,76% dari Rp 17 miliar di tahun lalu menjadi Rp 36 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan perseroan juga mencatat peningkatan yang cukup baik 53,84%, dari Rp 1,3 triliun di triwulan-I 2009 menjadi Rp 2 triliun di akhir Maret 2010. Laba kotor juga tercatat mencapai Rp 395 miliar. Laba ini naik 62,55% dari posisi tahun lalu Rp 243 miliar.
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa penggabungan usaha yang efektif 1 Januari 2010, sudah memberikan naiknya nilai saham dan volume penjualan," ungkapnya.
Laba sebelum hak teramortisasi, EBITDA, juga mencatat kenaikan 8,47% dari Rp 118 miliar menjadi Rp 128 miliar. Hingga laba bersih perseroan tercatat Rp 36 miliar hingga 31 Maret 2010. Laba naik 111,76% dari posisi tahun lalu Rp 17 miliar.
"Fokus 2010 adalah investasi pada merek-merek utama dan memaksimalkan sinergi dari merger yang telah dilakukan," katanya.
Hingga triwulan-I 2010 harga saham perseroan tercatat Rp 400 per lembar. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, saham perseroan turun signifikan dari Rp 650 per lembar.
(wep/ang)











































