Pabrik rokok di Cirebon, sebelumnya adalah milik PT British American Tobacco Indonesia Tbk (BATI). Karena RMBA dan BATI telah sepakat merger, maka otomatis pabrik menjadi milik perseroan.
Pabrik yang akan direlokasi tersebut, sebelumnya memiliki kapasitas 6 miliar batang per tahun. Nantinya dengan pabrik baru di Malang, maka produksi rokok akan meningkat menjadi 35 miliar per batang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, sumber pendanaan akan dimaksimalkan dari kas internal. Namun, perseroan juga memiliki opsi pinjaman perbankan dari sindikasi bank lokal. Jumlahnya masing-masing Rp 500 miliar dari Bank Mandiri dan BCA.
"Kita ada standby loan dari bank lokal dan internasional," jelasnya.
Sepanjang tahun 2010, perseroan akan fokus pada pertumbuhan rokok kretek dan rokok putih premium. "Salah satu tujuan merger ini kan karena potensi dari pertumbuhan industri rokok, khususnya rokok," kata Presiden Direktur Bentoel Internasional Jeremy Pike.
Pike juga mengharapkan, dapat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 25% dari posisi tahun lalu, Rp 6,1 triliun. Angka yang sama 25%, juga diharapkan dapat tercapai atas perolehan laba bersih.
"25%, kita berharap mudah-mudahan bisa," tegasnya.
(wep/ang)











































