PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menderita kerugian hampir Rp 200 juta akibat tertutupannya ruas tol Pondok Ranji hingga Bintaro pada Sabtu kemarin. Untuk mengantisipasi genangan air yang kembali memenuhi jalan, perseroan akan menambah satu jalur gorong-gorong baru, mulai minggu depan.
Demikian disampaikan Direktur Operasi Jasa Marga, Adityawarman dalam perbincangannya dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (6/6/2010).
"Kita kehilangan pendapatan tol selama satu shift sekitar Rp 200 juta," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin memang penutupan, karena tol tergenang. Namun kami juga telah menjebol main hole yang ada, sebagai langkah sementara," jelasnya.
Sekitar pukul 18.10 (5/6/2010) pun petugas sudah memperbolehkan mobil-mobil untuk melewati jalur, karena genangan air di Tol Bintaro kini sudah mulai surut.
"Gorong-gorong yang ada juga sebenarnya hanya untuk mengatisipasi aliran air yang ada di badan jalan. Bukan dari air dari luar. Kita sudah punya satu gorong-gorong dengan diamater 1,2 m," tegas Adityawarman.
BUMN jalan tol ini pun siap menambah satu jalur gorong-gorong baru, untuk mengantisipasi genangan air yang kelak memenuhi jalan. " Ini masih dalam kajian, kalau dirasa perlu kita akan tambah satu lagi dengan diameter yang sama. Besok tim akan pelajari profilnya. Paling minggu depan sudah mulai dikerjakan," ungkapnya.
Lanjutnya, perseroan juga menilai masuknya air ke badan jalan akibat berkurangnya daerah resapan di wilayah sekitar akibat pembangunan.
(wep/ang)











































