Dibayangi Krisis Eropa, IHSG Bercokol di Level 2.700

Dibayangi Krisis Eropa, IHSG Bercokol di Level 2.700

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2010 18:00 WIB
Dibayangi Krisis Eropa, IHSG Bercokol di Level 2.700
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan sepekan ke depan diperkirakan berada di level 2.700-2.750 karena terkena tekanan global dan sentimen eksternal baik itu krisis Eropa maupun kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Pada perdagangan akhir pekan lalu di AS telah terjadi koreksi cukup dalam sekitar 3% atau 300 poin. Tentu ini mempengaruhi Indeks kita, juga regional," kata Analis Kapita Sekurindo Hariyajid Ramelan kepada detikFinance, Minggu (6/6/2010).

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), IHSG ditutup naik 12,274 poin (0,43%) ke level 2.823,251. Indeks LQ 45 juga naik 2,504 poin (0,45%) ke level 548,114.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi internal RI masih cukup baik hingga tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap turunnya IHSG. Kinerja emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada triwulan-I 2010 juga memukau, atau mencatat laba.

"Pengaruh indeks lebih kepada faktor eksternal yang lebih dominan," jelasnya.

Secara terpisah, Analis BNI Muhammad Fikri mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, bursa Amerika selalu menjadi acuan pergerakan IHSG. Investor asing pun masih menguasai 65% dari total kapitalisasi pasar bursa Indonesia, sehingga kondisi yang belum membaik akan berpengaruh ke IHSG.

"Kondisi uncertainty yang terjadi di Eropa dan Amerika dapat mendorong pihak asing mengalihkan asset mereka ke safe heaven seperti Treasury Bills, emas dan US$," katanya.

Selain itu, secara teknikal, IHSG sedang mengalami kondisi downtrend, walaupun penurunan yang terjadi bukan karena capital outflow. Terlebih, menurutnya, kenaikan IHSG sejak akhir tahun 2009 sudah sangat tinggi dibandingkan indeks lainnya di dunia.

(ang/wep)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads