Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka langsung 102,368 poin (3,63%) ke level 2.720,883. Indeks LQ 45 juga merosot 25,931 poin (4,73%) ke level 522,183. IHSG terus merosot dan dalam 5 menit awal perdagangan tercatat anjlok 120,350 poin (4,26%) ke level 2.702,901.
Jatuhnya bursa Indonesia kali ini mengikuti anjloknya bursa Wall Street pada Jumat akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 323,31 poin (3,15%) ke level 9.931,97. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 37,95 poin (3,44%) ke level 1.064,88 dan Nasdaq merosot 83,86 poin (3,64%) ke level 2.219,17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga masih ditambah dengan berbagai sentimen negatif dari krisis Eropa. Kabar negatif terakhir, Hungaria akhirnya meminta bantuan IMF untuk membantunya mengatasi krisis. Bursa-bursa Asia Senin pagi ini langsung merosot mengikuti jatuhnya bursa Wall Street akhir pekan lalu:
- Indeks Hang Seng merosot 510,63 poin (2,58%) ke level 19.271,68.
- Indeks Nikkei-225 merosot 396,95 poin (4,01%) ke level 9.504,24.
- Indeks Straits Times melemah 60,98 poin (2,17%) ke level 2,745,53.
Bersamaan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia, mata uang tunggal euro juga merosot hingga di bawah level 1,19 dolar. Euro merosot karena kekhawatiran krisis Eropa yang diyakini sudah menyebar hingga Hungaria.
Pada perdagangan Senin di pasar Asia, euro sempat merosot ke 1,1882 dolar, sebelum akhirnya membaik ke level 1,19 dolar, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 1,1967 dolar.
Hal itu langsung memicu anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 70 per barel. Pada perdagangan di Asia pagi ini, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juli merosot 1,82 dolar ke level US$ 69,69 per barel. Minyak Brent juga turun 1,46 dolar ke level US$ 70,63 per barel.
(qom/dro)











































