Tanam Lahan 13 Ribu Hektar, Barito Pacific Raih Kucuran Rp 530 Miliar

Tanam Lahan 13 Ribu Hektar, Barito Pacific Raih Kucuran Rp 530 Miliar

- detikFinance
Senin, 07 Jun 2010 12:48 WIB
Tanam Lahan 13 Ribu Hektar, Barito Pacific Raih Kucuran Rp 530 Miliar
Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mendapat fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 530 miliar untuk melakukan penanaman kalapa sawit di lahan seluas 13 ribu ha, dari total lahan (land bank) yang dimiliki perseroan 29.367 ha.

Demikian disampaikan Sr Investor Relation BRPT, Agustino Sudjono dalam paparan public expose di Gedung BEI, SCBD Jakarta, Senin (7/6/2010).

"Kredit facility telah didapat dari BNI sebesar Rp 530 miliar untuk menanam sawit," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fokus perseroan dalam penanaman sawit ini dilakukan oleh anak usaha BRPT melalui anak usahanya, PT Royal Indo Mandiri (RIM), yang baru dimiliki perseroan.

Hingga akhir Mei 2010, jumlah lahan yang telah tertanami sawit sebanyak 6.800 ha. Dan dalam tahun ini ditargetkan jumlah lahan yang tertanam akan terus bertambah hingga 13.188 ha.

"Akhir tahun 2009, yang tertanam 5.412 ha dan Mei 6.800 ha. Tahun ini PT RIM dan anak usaha rencana melakukan penanaman di areal lebih dari 7.776 ha," jelasnya.

Dari penanaman yang terus dilakukan perseroan, diperkirakan baru akan memproduksi CPO di akhir tahun 2012. Jumlah panen sawit Tandan Buah Segar (TBS) yang akan didapat diperkirakan sebesar 9 ton per ha per tahun. Sedangkan produksi CPO, sekitar 3 ton per ha per tahun, atau 20-25% dari panen TBS.

"Sampai saat ini kami sudah menghasilkan buah di lahan seluas 3.000 ha. CPO yang dihasilkan di akhir 2012, 20-25% dari panen sawit 9 ton per ha per tahun," paparnya.

Perseroan juga akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex), khusus sektor sawit, sebesar US$ 55,5 juta. Anak usaha PT RIM, PT Chandra Asri mendapat anggaran capex US$ 22,5 juta. Anak usaha lainnya, PT Tri Polyta Tbk (TPIA) sebesar US$ 33 juta, diantaranya capex rutin US$ 3 juta dan pengembangan kapasitas hingga Maret 2011, sekitar US$ 30 juta.

Perseroan juga memastikan tidak akan membagikan dividen di tahun buku 2009, meskipun mereka mencatat laba bersih hingga Rp 547,265 miliar.

"Kita nggak bagikan dividen, karena secara pembukuan masih rugi,"imbuhnya.

 

 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads