Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Grand Utama Mandiri (GUM), Reza Andriyansah dalam paparan publik BRPT di Gedung BEI, SCBD Jakarta, Senin (7/6/2010).
PT GUM merupakan perusahaan terafiliasi dari BRPT, melalui kepemilikan tidak langsung di PT Royal Indo Mandiri (RIM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, total investasi yang disiapkan mencapai RP 270 miliar. Khusus pabrik Kalbar, mencapai Rp 150 miliar. Sisanya diinvestasikan di pabrik Sumut Rp 120 miliar.
"Investasi pabrik itu rata-rata Rp 2 miliar per ton. Pabrik Sumut kan produksi 60 ton per jam, jadi sekitar Rp 120 miliar. Pabrik di Kalimantan, kapasitas 30 ton per jam dan 45 ton per jam, jadi total 75 ton per jam," ucapnya.
Terkait rencana perseroan untuk mengakuisisi 12 ribu lahan sawit baru dari perusahaan lokal, Sr Investor Relation perseroan, Agustino Sudjono, mengungkapkan BRPT sedang melakukan pembicaraan dan prosesnya memasuki tahap final. Namun, dia belum mau mengungkap nilai akuisisi tersebut.
"Dana sudah disiapkan, namun belum bisa disebutkan, karena masih proses," ungkapnya.
Selain itu, BRPT juga sebelumnya berencana meningkatkan penyertaan saham di PT Star Energy, perusahaan milik pengusaha Prajogo Pangestu lainnya. Namun perseroan enggan membeberkan kelanjutan rencana tersebut.
"Untuk itu (akuisisi Star Energy) kami no comment dulu. Belum ada agenda itu," ujar Presiden Direktur BRPT Loeki S Putera
Β
Β
(wep/dro)











































