Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka melemah 3 poin ke level 2.820,875 dan kemudian langsung anjlok tajam ke level 2.698,875, merosot 122 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.823,251.
IHSG terkoreksi tajam sedang awal perdagangan lantaran terseret sentimen negatif bursa-bursa regional Asia yang juga didera tekanan jual cukup massif. Penurunan indeks Nikkei 225 memicu aksi jual tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, daya beli berhasil mengangkat sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga koreksi tajam yang terjadi sejak awal perdagangan mulai menipis. Sejumlah saham komoditas kembali diburu pada perdagangan sesi II.
Pasar memiliki ekspektasi indeks Dow Jones akan diangkat hingga kembali ke atas level 10.000 pada perdagangan nanti malam. Proyeksi ini menimbulkan ekspektasi kemungkinan terjadinya rebound pada perdagangan besok.
Transaksi investor asing mencatat pembelian sebesar Rp 965,349 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 1,037 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 71,882 miliar. Tipisnya nilai net sell menunjukkan investor asing belum benar-benar mencabut dananya dari lantai bursa.
Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG akhirnya ditutup turun 73,018 poin (2,59%) ke level 2.750,233. Indeks LQ 45 juga turun 15,636 poin (2,86%) ke level 532,478.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 89.111 kali pada volume 5,246 miliar lembar saham senilai Rp 3,317 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 208 saham turun, dan 32 saham stagnan.
Koreksi bursa-bursa regional Asia masih terkoreksi cukup dalam.
- Indeks Shanghai turun 41,86 poin (1,64%) ke level 2.511,73.
- Indeks Hang Seng melorot 401,92 poin (2,03%) ke level 19.378,15.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 380,39 poin (3,84%) ke level 9.520,80.
- Indeks Strait Times turun 45,09 poin (1,61%) ke level 2.761,42.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.950, Indosiar (IDKM) naik Rp 60 ke Rp 315, Mayora (MYOR) naik Rp 50 ke Rp 5.850, SCTV (SCMA) naik Rp 30 ke Rp 1.370.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 43.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 16.450, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 34.600, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 15.100, gudang Garam 9GGRM) turun Rp 500 ke Rp 30.550.
Â
Â
(dro/qom)











































