"Untuk PHE, kita mau go public kurang lebih 20%," ujar Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Ferederick ST Siahaan di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2010).
Rencananya IPO dari Pertamina Hulu Energy tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2011. Adapun dana yang ditargetkan diperoleh dari penawaran saham perdana anak usahanya yang bergerak di sektor hulu tersebut yaitu sekitar Rp 10 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyatakan, dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi lapangan-lapangan migas yang berada di dalam dan luar negeri.
"Karena itu debt free. Dananya kita mau pakai untuk akusisi di dalam dan luar negeri, untuk meningkatkan portofolio kita," ungkapnya.
Menurut dia, kegiatan akusisi memang sedang gencar dilakukan oleh perseroan agar target produksi migas sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (barrel oil ekuivalent per day/boepd) dapat tercapai pada tahun 2015.
"Untuk capai itu, kita harus akuisisi, tidak bisa dari organik saja," ungkapnya.
(epi/dnl)
