Wall Street Terburuk Selama 2010

Wall Street Terburuk Selama 2010

- detikFinance
Selasa, 08 Jun 2010 07:28 WIB
Wall Street Terburuk Selama 2010
New York - Saham-saham di bursa Wall Street terut tertekan di bawah titik terendahnya sepanjang tahun 2010. Sentimennya masih sama yakni dari meningkatnya krisis di Eropa dan data pengangguran AS.

Saham-saham teknologi dan industri berguguran, investor memilih untuk menepi terlebih dahulu setelah data yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan angka pengangguran AS yang masih tinggi.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 115,48 poin (1,16%) ke level 9.816,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 14,41 poin (1,35%) ke level 1.050,47 dan Nasdaq melemah 45,27 poin (2,04%) ke level 2.173,90.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasdaq bahkan menghadapi penurunan terburuknya, dimana investor melepas saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Research in Motion tercatat merosot 5,2% karena investor khawatir seputar penjualan BlackBerry setela Apple merilis iPhone terbaru. Saham Apple Inc juga tercatat turun 1,9%.

Indeks S&P 500 juga turun 13,7% dari titik tertingginya pada 23 April lalu. Indeks S&P 500 bahkan sempat menembus titik support pada 1.060 di akhir perdagangan.

"Anda harus menembus momentum pelemahan ini sebelum Anda merasa nyaman mengarungi pasar," ujar Bruce Bittles, chief investment strategist Robert W. Baird & Co seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/6/2010).

Saham Google Inc turun 2,7% setelah Jaksa Agung Connecticut mengirimkan surat yang menanyakan apakah perusahaan mesin pencari itu telah mengambil data perorangan dan perusahaan dari jaringan nirkabel tanpa izin.

Sementara saham Bank of America Corp anjlok 3,4% setelah unit usahanya, Countrywide Financial Corp sepakat untuk membayar US$ 108 juta kepada pemerintah AS sebagai denda karena memberikan keterangan yang salam dan mengenakan charge berlebihan kepada konsumennya.

Perdagangan berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,70 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads