Untuk mencapai kemitraan strategis tersebut, perseroan sedang menjajaki lebih dari lima investor guna mendapatkan dana. Perseroan bahkan telah melakukan roadshow ke beberapa negara, termasuk Hongkong.
Demikian disampaikan CEO BNBR Boby Gafur saat ditemui di Hotel Mid Plaza Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selasa (8/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatalan rencana penerbitan Equity-Link Notes US$ 250 juta ini merupakan imbas dari krisis yang terjadi di Eropa sampai saat ini. AS pun diyakini perseroan belum pulih benar dari krisis.
"Situasi saat ini belum bisa karena krisis masih terjadi. Struktur-struktur finansial lain akan dipilih sebagai investasi. Roadshow untuk equity," paparnya.
Dana obligasi tadinya akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang dan investasi perseroan di tahun 2010. Convertible bond direncanakan dapat dilunasi dengan dana tunai (cash settlement).
"Kita sudah bayar sebagian utang, jumlahnya saya lupa," terang Boby.
Hingga kini, utang jangka panjang (MSN) BNBR berada di posisi Rp 5,12 triliun, yang jatuh tempo pada tahun 2012. Untuk utang jangka pendek non repo, perseroan mempunyai beban sebesar Rp 1,51 triliun, sedangkan utang repo sebesar Rp 220 miliar.
BNBR juga memprioritaskan refinancing utang jangka pendek dengan pinjaman jangka panjang. Kemudian, prioritas di bidang keuangan lainnya, perseroan akan melunasi dan mengganti repo dengan fasilitas (pinjaman) perbankan.
(wep/dro)











































