"Mulai tahun depan, kita berencana memasok pelat timah ke Australia sekitar 30-40 ribu ton," ujar General Marketing Produksi NIKL, Kusna Indrawan di pabriknya, Cilegon, Rabu (9/7/2010).
Menurut Kusna, pasokan pelat timah ke Australia diperkirakan akan dimulai pada tahun 2011, paling cepat diupayakan akhir tahun ini. Ia menjelaskan, total pasar pelat timah Australia berkisar antara 150-160 ribu ton. Dengan memasok 30-40 ribu ton, berarti pasar yang diincar NIKL sekitar 25%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kusna mengatakan, konsorsium Nippon Steel sebagai induk usaha NIKL melihat peluang pasar tersebut. Dengan alasan efisiensi, NIKL yang kini sudah menjadi bagian dari grup Nippon Steel pun ditunjuk untuk memasok secara langsung pelat timah ke Australia.
"Sebelumnya, Nippon Steel memasok secara langsung ke Australia. Setelah menjadi induk usaha kami, Latinusa (NIKL) pasokan ke Australia akan dilakukan oleh kami," ujarnya.
Tadinya, Nippon Steel dan grupnya memasok sekitar 30-40 ribu ton pelat timah ke Australia. Oleh sebab itu, NIKL nantinya juga akan memasok dalam jumlah yang sama.
"Harga pelat timah sekitar US$ 1.300-1.400 per ton. Jadi bisa dihitung sendiri potensi pendapatan yang akan diperoleh dari ekspor ke Australia tahun depan," ujarnya.
Mengacu pada angka tersebut, nilai pendapatan yang berpotensi diperoleh NIKL dari ekspor ke Australia sekitar US$ 39-56 juta atau sekitar Rp 358,8 miliar hingga Rp 515,2 miliar.
"Target kita tahun depan mulai ekspor ke Australia. Namun kalau bisa secepatnya, bisa tahun ini, karena pada dasarnya sudah siap, tinggal realisasinya saja," ujarnya.
(dro/dnl)











































