Demikian disampaikan Direktur Utama Adhi Karya Bambang Triwibowo, dalam paparan publik di kantornya, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (9/6/2010).
"Kita targetkan untuk kontrak jalan tol bisa mencapai Rp 2,75 triliun dari lima ruas tol yang kita ikuti tendernya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum bisa. Tapi kami sudah menyelesaikan sejumlah tol, diantaranya tol Kanci-Pejagan, Bogor Ring Road, Jemabatan Suramadu dan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta," tambahnya.
"Semua akan dimulai (tender) di semester-II. Kita yakin dapat apalagi dengan teknologi ACPS yang sudah diterapkan di Kanci-Pejagan,"katanya.
Sampai bulan Mei 2010, perseroan baru merealisasikan kontrak sebesar Rp 1 triliun, dari target kontrak baru dengan nilai Rp 9 triliun pada tahun ini. Meskipun demikian, emiten berkode ADHI itu tetap optimistis seluruh target akan terpenuhi. Ini juga termasuk kontrak carry over tahun lalu sebesar Rp 4,33 triliun.
"Semua on the track, sesuai perencanaan," tegas Sekretaris Perusahaan ADHI Kurnadi Gularso.
Sementara itu, perseroan juga tengah fokus menyelesaikan kontrak EPC (engineering procurement construction) dari PLTU Lampung milik PT PLN (Persero) yang berkapasitas 2x100 MW. Sampai saat ini realisasi pengmbangunan sudah mencapai 60% dari nilai kontrak yang disepakati Rp 2 triliun.
"Kita sebagai kontraktor kan dihitungnya sewaktu pembukuan. Jadi dari Rp 2 triliun, yang berbagi menjadi dua konsesi yaitu Rp 500 miliar dan US$ 1,5 juta, kita sudah selesaikan 50-60%," imbuhnya.
Perseroan juga menambahkan satu hal, terkait kelanjutan proyek monorail yang telah lama terkatung-katung. Meskipun Inpres No. 1 Tahun 2010 yang merupakan dasar hukum proyek monorail telah resmi berlaku, tetapi perseroan tidak bisa memastikan berjalannya kembali proyek itu.
"Jangan tanya ke Saya. Ke Bappenas dan Pemda DKI aja, yang anak usahanya itu PT JM (Jakarta Monorail)," ucap Bambang.
(wep/ang)











































