"Untuk keperluan ekspansi tahun 2010, perseroan menganggarkan modal sebesar Rp 1,6 triliun," ujar Wakil Direktur Utama SMAR, Budi Wijana, Rabu (9/6/2010).
Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk penanaman lahan baru seluas 4.500 hektar, menambah kapasitas pengolahan kelapa sawit sebesar 200 ribu ton per tahun dan menambah kapasitas pabrik pengolahan inti sawit sebesar 135 ribu ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, perseroan mengoperasikan 15 pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas mencapai 3,7 juta ton per tahun, 4 pabrik pengolahan inti sawit berkapasitas 354 ribu ton per tahun dan 3 pabrik penyulingan (refinery) berkapasitas 1,14 juta ton per tahun.
Hingga triwulan I-2010, perseroan mencatat peningkatan luas area perkebunan sebesar 4.970 hektar atau 4% dibanding periode yang sama tahun 2009 seluas 134.765 hektar.
"Selama periode yang sama, produksi sawit kami meningkat 5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 498.916 ton," jelasnya.
Produksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK) juga meningkat masing-masing 8,4% dan 8,7%Β mencapai 131.869 untuk CPO dan 29.130 untuk PK.
Hingga triwulan I-2010, SMAR mencatat pendapatan sebesar Rp 4,034 triliun, naik 37% dari triwulan I-2009 sebesar Rp 2,954 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp 439 miliar, melesat 5.947% dari sebelumnya Rp 7 miliar.
(dro/dnl)











































