Menurut Direktur Utama Molindo, Sandojo Rustanto, pabrik akan berdiri di lahan seluas 9.000 ha di wilayah Sumatera Selatan, termasuk lahan perkebunan tebu. Dengan pembangunan satu pabrik baru ini, maka produksi ethanol cair akan naik menjadi dua kali lipat, atau setara dengan Rp 100 juta liter.
"Kita akan double, jadi 100 juta liter. Dari ijin lokasi yang telah kami dapat 12 ribu ha, akan kita akuisisi secara bertahap hingga 9 ribu ha. Nantinya ini akan menjadi integrated ethanol, pabrik dan lahan," jelasnya di Ritz Carlton Pacific Place SCBD, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana investasi akan didapat dari penerbitan saham baru melalui IPO, sekitar 60%. Sisanya akan didapat dari pinjaman perbankan. Ada beberapa bank nasional yang tengah dibidik perseroan untuk mendapat pinjaman, diantaranya Bank Mandiri dan BRI.
"Sisa kita dari loan sekitar 40% dari investasi Rp 530 miliar," ucapnya.
Pabrik produksi ethanol rencananya akan mulai dibangun pada April 2011 dan akan selesai di tahun 2013. Pabrik merupakan milik anak usahanya, PT Madusari Lampung Indah (MLI). Perseroan juga berencana akan meningkatkan penyertaan modal dari 25% menjadi 75%.
Sepanjang 2009, produksi ethanol perseroan mencapai 50 juta liter, dengan nilai penjualan Rp 430,014 miliar. Penjualan ethanol mengalami kenaikan dari posisi tahun lalu yang tercatat Rp 328,721 miliar. Molindo juga menghasilkan CO2 cair, melalui anak usahanya, PT Molindo Inti Gas (MIG), dan juga memproduksi pupuk kalium dan organik melalui proses pengolahan limbah produksi.
"Total produksi CO2 cari PT MIG tahun 2009 mencapai 19.601 ton per tahun, dengan nilai Rp 40,516 miliar. Naik dari tahun 2008, Rp 28,717 miliar," terang Sandojo.
Penjualan pupuk tahun lalu juga tercatat mengalami kenaikan, dari Rp 18,809 miliar atau setara produksi 10,625 ton, menjadi Rp 23,552 miliar, setara produksi 10.701 ton.
Pendapatan Molindo tahun 2009 naik dari Rp 376,251 miliar menjadi Rp 494,082 miliar, dengan EBITDA mancapai Rp 116,956 miliar. EBITDA naik dari tahun sebelumnya, Rp 79,861 miliar.
Laba bersih juga ikut meningkat menjadi Rp 79,861 miliar, dari posisi tahun 2008 yang tercatat Rp 54,02 miliar. Aset juga tumvuh dari Rp 461,543 miliar menjadi Rp 585,105 miliar.
"Kami akan ada pertumbuhan masing-masing 25% untuk revenue dan laba bersih. Belanja modal kami anggarkan Rp 15 miliar," ujar Direktur Keuangan Molindo, Indra Rosa.
(wep/dro)











































