Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), di bursa London, saham BP anjlok hingga 15,7%. Di awal perdagangan, seperti dikutip dari AFP, saham BP sempat anjlok ke 330 pence sebelum akhirnya membaik ke 372,4% atau turun 4,87% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Dalam perdagangan di Wall Street Rabu kemarin, saham BP plc tercatat anjlok hingga 15,8% hingga terpuruk di bawah US$ 30 per lembar karena investor khawatir biaya penanganan masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko itu akan membengkak. Padahal 20 April, atau ketika terjadinya ledakan yang menyebabkan tumpahan minyak, saham BP berada di level US$ 60,48 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BP pada Kamis mengatakan telah mengeluarkan US$ 1,43 miliar untuk mengatasi bencana tumpahan minyak tersebut termasuk kompensasi. BP kemungkinan masih harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengatasinya.
Kasus tersebut juga telah menimbulkan kemarahan warga AS. Pemerintahan Obama kini menghadapi tekanan untuk mempertanyakan akuntabilitas BP dalam menangani kasus pencemaran terburuk dalam sejarah AS itu.
Berbagai rentetan masalah yang akhirnya menggerus harga saham dan obligasi BP tersebut juga telah menyebabkan credit default swaps BP meningkat hingga ke tingkat yang setara dengan perusahaan-perusahaan berperingkat 'junk'. Biaya untuk menjamin utang BP melalui CDS melonjak hingga 195 basis poin menjadi 570 bps sebelum akhirnya surut ke 500 bps.
Lembaga pemeringkat Moody's Investor Services, Standard & Poor's dan Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit BP pada pekan lalu. Penurunan peringkat kemungkinan berlanjut tergantung pada seberapa besar dan bagaimana penanganan tumpahan minyak tersebut. (qom/qom)











































