Wall Street Terbaik Setelah 9 Hari Terpuruk

Wall Street Terbaik Setelah 9 Hari Terpuruk

- detikFinance
Jumat, 11 Jun 2010 07:06 WIB
Wall Street Terbaik Setelah 9 Hari Terpuruk
New York - Saham-saham di bursa Wall Street berbalik arah sekaligus mencatat rekor terbaiknya dalam 9 hari terakhir. Meredanya kekhawatiran seputar krisis Eropa dan membaiknya saham-saham energi membuat indeks saham di Wall Street rebound tajam.

Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 273,28 poin (2,76%) ke level 10.172,53. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 31,15 poin (2,95%) ke level 1.086,84 dan Nasdaq menguat 59,86 poin (2,77%) ke levle 2.218,71.

Saham-saham sektor energi memimpin penguatan dengan indeks S&P energi tercatat naik 4,9%. Saham perusahaan minyak Inggris, BP Plc yang sempat terpuruk tajam akhirnya rebound 12,3%, ExxonMobil naik 3,10%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham energi juga terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah hingga di atas US$ 75 per barel. Kontrak minyak light sweet tercatat naik 1,5% ke level US$ 75,48 per barel.

Sentimen positif datang dari Eropa yakni setelah Spanyol berhasil menjual obligasi senilai US$ 3,9 miliar euro, dengan minat investor yang terlihat cukup besar sehingga menjadi sebuah tanda yang positif. Hal ini membuat euro membaik ke posisi 1,2% dan diperdagangkan di atas 1,21 dolar.

Kabar baik juga datang dari China yang mencatat kenaikan ekspor hingga 50% selama Mei dibandingkan tahun lalu. Hal itu meredakan kekhawatiran investor akan dampak krisis Eropa terhadap pertumbuhan global.

"Lelang obligasi Spanyol berjalan baik dan kuatnya ekspor China sangat menguntungkan. Anda mendapatkan kabar baik untuk sejumlah saham-saham besar pendorong pasar," ujar Brian Lazorishak, manajer portofolio Chase Investment Counsel seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/6/2010).

Namun perdagangan tidak berjalan terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,16 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads