"Dividen yang dibagikan, 24% dari laba bersih tahun buku 2009," kata Presiden Direktur AQUA, Parmaningsih, S.E. usai RUPST di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Sepanjang tahun 2009, perseroan membukukan laba bersih Rp 95,914 miliar. Dividen sendiri akan dibagikan pada tanggal 22 Juli 2010. Setelah pembagian dividen, sisanya Rp 72,222 miliar digunakan sebagai laba ditahan. Dari dana tersebut perseroan, akan digunakan untuk meningkatkan utilisasi produksi air mineral, khususnya kemasan cup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perseroan juga menyiapkan dana untuk pembelian bahan mentah produksi kemasan AQUA, yaitu resin. AQUA bahkan melakukan pembelian dimuka untuk mencegah selisih kurs, yang bisa merugikan.
"Kita lihat, kalau ada waktu yang baik untuk membeli, kita lakukan," ungkap Parmaningsih.
Sepanjang tahun 2010, perseroan juga telah menganggarkan belanja modal Rp 80-90 miliar guna peningkatan utilisasi pabrik, disamping juga penambahan satu line produksi kemasan botol, yang telah berjalan di tahun lalu.
Dan ditargetkan, pendapatan AQUA akan meningkat sekitar 12,75%sebesar Rp 3,082 triliun. Naiknya pendapatan karena utilisasi kapasitas pabrik sendiri dan lisensi yang sudah berjalan maksimal.
Pendapatan bersih pabrik sendiri, akan naik 5,46% Rp 799,4 miliar dan pabrik lisensi Rp 2,3 triliun naik 15,54%. Perseroan juga memperkirakan terjadi kanaikan volume penjualan sebesar 10%, menjadi 7,3 miliar liter.
"Meskipun ada kenaikan produksi, tapi dari sisi harga tidak ada peningkatan," imbuhnya.
RUPST juga merestui pengunduran diri Burhan Sutanto sebagai direktur perseroan dan mengangkat Bastian Willy Matheus Tannizar.
Sementara susunan direksi sampai tahun 2014 sebagai berikut;
- Presiden Direktur : Parmaningsih.
- Direktur : Bastian Willy Matheus Tannizar.
- Direktur : Theresia Lianawaty Setionegoro.
"Saya masih akan di Danone (grup), tapi sudah tidak di AQUA. Belum ada pendelegasian, masih menunggu," ungkap Burhan.
(wep/dro)











































