Demikian disampaikan oleh Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rinaldi Firmansyah usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor pusat Telkom, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/6/2010).
"Terkait dengan rencana itu (sinergi) belum diputuskan, sampai saat ini belum ada tanda tangan. Baru permintaan untuk evaluasi, dan pembicaraan terus dilakukan. Namun tidak ada tekanan politik. Spin off (pemisahan) Flexi juga belum ada, belum ada Flexi menjadi mandiri," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru ada permintaan untuk mengevaluasi, dari sisi industrinya, teknologi," jelas Rinaldi.
Sebelumnya, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, lanjut Mustafa, merger dua operator selular berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) akan menghasilkan satu operator yang sangat kuat.
Saat ini, Telkom Flexi menguasai 15 juta pelanggan, sedangkan Esia menguasai 10 juta pelanggan. Sebagaimana dikatakan Mustafa, hasil merger 2 perusahaan ini akan menengahi persaingan yang selama ini terjadi (win-win solution).
(wep/dnl)











































