IHSG Bakal Serba Minim

Analisa Sepekan

IHSG Bakal Serba Minim

- detikFinance
Senin, 14 Jun 2010 06:55 WIB
IHSG Bakal Serba Minim
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu cukup tertolong oleh sentimen positif dari China. Hal itu mampu menetralisir sentimen negatif dari krisis utang di Eropa.

"Munculnya berbagai informasi positif mengenai perekonomian Asia, sepertinya mampu meredam sentimen negatif dari krisis utang Eropa dan kondisi ekonomi Amerika," ujar Muhammad Fikri, analis menengah dari PT BNI (Persero) Tbk dalam reviewnya yang dikutip Senin (14/6/2010).

Ia menjelaskan, sentimen positif itu dicerminkan dengan tumbuhnya kepercayaan investor untuk melakukan aksi beli yang membuat rata-rata bursa saham asia ditutup menguat dalam 2 hari terakhir di minggu kemarin. Penguatan tersebut dipicu oleh keluarnya sentimen positif dari China, Jepang dan korea selatan, tiga Negara dengan ekonomi besar Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan pada 9 Juni 2010, Pemerintah China yang merupakan ekonomi terbesar ketiga dunia mengumumkan bahwa nilai ekspor negaranya pada bulan Mei melonjak 48,5% dibandingkan tahun sebelumnya karena kuatnya permintaan asing terhadap produk China.

Pada hari yang bersamaan Pemerintah Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua dunia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 5% pada kuartal pertama 2010. Sedangkan dari korea selatan diinformasikan bahwa angka pengangguran di Negara tersebut pada bulan mei turun menjadi 3,2% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,7%.

"Informasi fundamental mengenai realisasi ekspor China, pertumbuhan ekonomi Jepang, dan turunnya angka pengangguran Korea Selatan tersebut berada jauh dari ekspektasi pasar, Sehingga menumbuhkan kepercayaan investor bahwa ekonomi asia tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan dan mampu meredam sentimen negatif dari krisis utang Eropa ke bursa asia," urainya.

Sedangkan dari dalam negeri, satu-satunya sentimen positif datang dari laporan IMF mengenai outlook perekonomian Indonesia yang menyebutkan bahwa IMF optimis pertumbuhan Indonesia terakselerasi 6% pada tahun 2010.

"Kepercayaan IMF tersebut tentunya akan meyakinkan para investor bahwa krisis hutang Eropa tidak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia secara signifikan di tahun 2010, Mengingat nilai ekspor nasional ke Eropa hanya sebesar 11% dari total ekspor sedangkan porsi impor dari Eropa hanya 9,2% dari total impor Indonesia," jelasnya.

Sentimen positif dari regional dan dalam negeri tersebut, lanjut Fikri, pada akhirnya mampu meredam sentimen dari krisis utang Eropa yang selama minggu lalu menghantui bursa Indonesia, sehingga mendorong penguatan bursa Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin.

"Untuk minggu depan, minimnya sentimen positif dari dalam negeri serta minimnya nilai dan volume transaksi minggu lalu yang diprediksi masih akan berlanjut akan mendorong bursa Indonesia minggu depan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat mengikuti sentimen positif dari perkembangan ekonomi regional Asia," jelasnya.

Sedangkan dari bursa Amerika, sebagai bursa acuan dunia, minggu depan akan fokus terhadap data yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Amerika mengenai perkembangan pertumbuhan sektor perumahan dan angka inflasi di Amerika.

"Pasar memprediksi pertumbuhan di sector perumahan bulan mei turun 650,000 unit dibandingkan bulan april disisi lain para investor juga mengkhawatirkan terjadinya deflasi sebagai tanda melambatnya pemulihan ekonomi Amerika," imbuh Fikri.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads