Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Jabar Banten, Agus Ruswendi dalam paparan publik penerbitan saham perdana (IPO) di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Senin (14/6/2010).
"Semester II, sekitar awal triwulan IV-2010, alokasinya Rp 2 triliun. Ini sesuai dengan rasio perhitungan dan risiko bisnis perbankan," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Obligasi ini juga untuk mixing dana-dana yang ada di Bank Jabar Banten. Untuk (obligasi) subdebt ada kemungkinan juga," katanya.
Tahun ini, perseroan juga menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan di level 25%, atau menjadi Rp 29.8 triliun.
"Pembagian akan terbagi menjadi merata, antara giro, tabungan, dan deposito. Sama-sama imbang," ungkap Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko perseroan Herry Achmad Buchory.
Agus menambahkan, perseroan membidik pertumbuhan kredit sekitar 25% dari posisi tahun lalu Rp 19,6 triliun menjadi Rp 24,5 triliun. Sektor konsumsi masih menjadi andalan perseroan, yang sepanjang tahun 2009 tercatat mencapai 16,7% dari pasar di provinsi Jawa Barat dan Banten.
"Market share Bank jabar Banten juga mencapai 16,7% dengan total Rp 88,848 miliar. Perseroan akan pakai dari penggalangan IPO untuk ekspansi kredit. Nanti CAR kita akan naik, 20% pasca IPO dan akan kembali ke posisi 17% karena penggunaan ekspansi," paparnya.
Sedangkan, posisi laba diprediksi akan terjadi pertumbuhan 30% dari Rp 709 miliar, sampai akhir tahun 2009 menjadi Rp 921,7 miliar.
"Kami yakin akan tercapai, dan hingga triwulan I ini sudah Rp 200 miliar," imbuh Herry.
(wep/dnl)











































