Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah untuk pertama kalinya dalam 4 hari setelah menurunnya credit rating Yunani yang meningkatkan kekhawatiran terhadap lambatnya pemulihan ekonomi global. Olympus Corp (-0.7%) di Tokyo.
Canon Inc. (-0.9%). Daum Communications Corp (+0.8%) di Seoul setelah HSBC Holdings Plc memberikan rating "overweight" pada saham perusahaan. Bursa China tutup untuk memperingati libur nasional. Nikkei (-0.3%) 9,846 KOSPI (-0.03%) 1,690 S&P/ASX 200 hampir flat di level 4,506 STI (-0.14%) 2814
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak minyak kemarin naik US$1,34 menjadi US$75,12. Ini diperkirakan karena dolar melemah setelah data menunjukkan sebuah peningkatan dalam produksi industri zona euro yang sedang berjuang melawan krisis defisit anggaran. WTI Crude (-0.1%) $75/barrel, Gold 100 (0.0%) USD1,221/t oz, CPO (0.0%) RM 2,534/MT, Nickel (+3.9%) USD20,300/MT, Tin (+2.4%) USD16,950/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Ekonomi RI tumbuh 6,3% serap 2,5 juta pekerja
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan yang ditargetkan sebesar 6,3% akan mampu menyerap 2,5 juta lapangan pekerjaan baru. Rahma Iriyanti, Direktur bidang Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Bappenas, menyebutkan penyerapan tersebut berdasarkan asumsi elastisitas pertumbuhan ekonomi sebesar 1% dapat menciptakan 400.000 lapangan kerja baru.
Economic: Sebelum 2011, Suku Bunga Eropa dan AS Tetap Rendah
Tingkat suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa diperkirakan tidak akan dinaikkan sebelum 2011. Hal ini karena pemulihan ekonomi masih lemah akibat krisis utang Eropa. Dalam laporan kuartalannya, otoritas keuangan yang membawahi bank sentral dari seluruh dunia itu menyatakan bahwa kemungkinan naiknya suku bunga di AS pada September dan Desember tahun ini semakin kecil. Demikian juga dengan di Eropa karena masih terlilit masalah defisit anggaran.
BIS menyatakan, ditundanya kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral mencerminkan adanya kekhawatiran dari investor bahwa kondisi pasar masih bergejolak sehingga bisa menggagalkan pertumbuhan yang baru saja di mulai. Hal yang sama juga dilakukan otoritas Bank Sentral Eropa (ECB) yang pada pekan lalu mempertahankan suku bunga di level satu persen, dan Inggris 0,5%. Di antara negara maju dalam kelompok G-7, baru Bank Sentral Kanada yang menaikkan suku bunganya sebesar 0,25% dari semula 0,25% menjadi 0,5%.
Europe: Moody menurunkan peringkat surat hutang Yunani dari A3 menjadi Ba1
Surat Hutang Negara Yunani yang sebelumnya diberi peringkat A3, diturunkan menjadi Ba1 oleh Moodys, melihat prospek fundamental dari kredit jangka menengah negara tersebut.
Economic: Menkeu: Penyerapan Anggaran Masih Rendah
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengatakan penyerapan anggaran masih rendah karena adanya pergantian kabinet. Hingga akhir Mei 2010, penyerapan anggaran masih 36%. Menurut dia, penyerapan anggaran yang masih rendah itu karena kuasa pemegang anggaran masih melakukan penyesuaian. Agus menjelaskan, meski penyerapan lebih rendah dibanding tahun lalu, penerimaan pajak lebih cepat dibanding 2009. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak, Mochammad Tjiptardjo, mengatakan, penerimaan negara dari pajak tahun ini diprediksi melonjak menjadi Rp 604 triliun. Jumlah itu naik sekitar Rp 6,6 triliun dibanding usulan pemerintah yang hanya sebesar Rp 597,4 triliun.
India: Inflasi Capai 10%
India pada Mei mengalami inflasi tahunan dua digit sebesar 10,16% atau naik dibandingkan April yang tercatat 9,59%. Tingginya inflasi ini akan memaksa Pemerintah India untuk segera melakukan kontrol kenaikan harga. New Delhi menjelaskan, inflasi bahan bakar dan listrik tercatat 13,1% dan inflasi produk manufaktur 6,4%. Pemerintah India juga mengumumkan revisi inflasi tahunan (year on year/yoy) Maret dari 9,9% menjadi 11,04%.
US: Negara Bagian AS Pangkas Anggaran
Langkah pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal Amerika Serikat (AS) memangkas anggaran akan menahan pertumbuhan ekonomi di 2011 mendatang. Jika stagnasi ekonomi AS benar-benar terjadi tahun depan, maka ini kejadian kedua dalam setengah abad terakhir, di mana ekonomi AS terkontraksi untuk tiga tahun berturut-turut. Asosiasi Gubernur Nasional dan Kantor Anggaran, Senin (14/6), melaporkan 46 negara bagian yang akan memulai tahun fiskalnya per 1 Juli nanti, menghadapi defisit anggaran hingga US$ 127,4 miliar. Kali ini, mereka harus menutup defisit dengan usaha sendiri. Maklum, program stimulus pemerintah federal yang digagas Presiden AS Barack Obama senilai US$ 787 miliar akan segera berakhir. Pemerintah federal juga menghadapi defisit anggaran yang besar. Alhasil, pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal akan melanjutkan pemangkasan anggaran. Nah, pemangkasan anggaran ini lah yang menjadi penyebab tertahannya peertumbuhan ekonomi.
Corporate news
ELSA: Raih Kontrak US$102 Juta
PT Elnusa Tbk (ELSA) selama sebulan terakhir memperoeh tambahan kontrak senilai US$102 juta atau setara Rp928 miliar. Dengan demikina, kontrak yang diraih perseroan selama 1H10 naik menjadi sedikitnya US$241,6 juta. Peningkatan kontrak tersebut, berasal dari jasa proyek seismik, pengeboran, dan jasa hulu migas. Proyek seismik memberi kontribusi cukup besar bagi perseroan.
ANTM: Tak Berniat Rights Issue
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menegaskan tidak akan memilih opsi penerbitan saham baru (rights issue) sebagai sumber pendanaan belanja modal (Capex) 2010. Seperti diketahui, Antam mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,352 triliun atau naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp 594,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi rutin Rp 435,53 miliar, investasi pengembangan Rp1,7 triliun, dan biaya yang ditangguhkan Rp 208,259 juta.
MFIN: Belanja modal Mandala Multifinance Rp40 miliar
PT Mandala Multifinance Tbk mengalokasikan belanja modal sebesar Rp40 miliar guna ekspansi cabang ditambah dengan pembangunan kantor pusat baru pada tahun ini. Presiden Direktur Mandala Multifinance Harryjanto Lasmana mengatakan alokasi dana tersebut sebagian besar diambil dari modal sendiri. Pihaknya akan membuka sedikitnya lima cabang dan akan menghuni kantor pusat baru secepatnya pada tahun depan.
BSDE: Daiwa dan Nomura Minati Saham BSD
Daiwa Securities Group dan Nomura Holdings, dua institusi keuangan asal Jepang, berminat membeli saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Pasalnya, kinerja perusahaan properti milik Grup Sinarmas itu membaik sepanjang 2009 dan 1Q10. Daiwa dan Nomura kemungkinan membeli saham perseroan di pasar sekunder BEI.
META: Infarstructure Fund Siap Kuasai 52% Saham Nusantara
Infrastructure Growth Fund LP, instrumen investasi yang dikelola Emerging Infrastructure Management Co Pte Ltd (Singapura), siap digelontorkan untuk membeli 52% saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp626 miliar. Infrastructure Fund menjadi pembeli siaga yang siap menyerap sebanyak-banyaknya 7,11 miliar saham baru atau 83,69% dari total saham yang diterbitkan Nusantara dalam penawaran saham umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
TGKA: Targetkan Penjualan Naik 19%
PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menargetkan angka penjualan pada tahun 2010 naik sebesar 19% menjadi Rp 5,7 triliun atau naik 19% dari tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan ini akan diperoleh dari penambahan minimal dua prinsipal baru consumer goods serta kontrak baru dengan produsen susu. Direktur TGKA Troy Parwata mengatakan minimal dua prinsipal baru itu ditargetkan sudah dapat diperoleh pada Juli atau Agustus nanti.
PNBN: Keluarga Gunawan Mulai Negosiasi
Rencana penjualan saham pengendali di Bank Panin tampaknya akan segera menemui titik terang. Keluarga Gunawan, yang menguasai 46 persen saham PT Bank Panin, sudah mulai membicarakan rencana penjualan saham pengendali di bank tersebut dengan calon pembeli. Dua sumber yang mengetahui isu tersebut mengungkapkan hal itu pada Reuters.
BBRI: NPL Kredit Konsumsi 1,54%
Rasio Kredit Bermasalah (non-performing loan/ NPL) pada kredit konsumsi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hanya sebesar 1,54% per Maret 2010. Saat ini, perusahaan mengincar debitor yang memiliki pendapatan tetap dan belum maksimum memanfaatkan kredit. Sejak diluncurkan pada akhir 2006, jumlah kartu kredit BRI terus naik dan kini mencapai 370 ribu.
BNGA: Kredit Korporasi Capai Rp28 Triliun
Kredit korporasi PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencapai Rp28 triliun per April 2010. Kredit ini tumbuh 3,7% diandingakhir Desember 2009. Juni ini, anak perusahaan CIMB Group dari Malaysia itu berencana memberikan kredit sindikasi ke sektor manufaktur Rp1-1,5 triliun.
IPO: Bank Jabar-Banten Bidik Dana IPO Rp1,4 Triliun
PT Bank Pembangunan Derah Jawa Barat dan Banten mematok harga penawaran umum perdana (IPO) saham sebesar Rp510-680 atau dua kali lebih tinggi dari harga nominal Rp250. Perseroan optimis dapat meraup dana Rp1-1,4 triliun dari IPO tersebut. Bank Jabar-Banten akan melepas 20-30% ke publik kendati pemegang saham menyetujui pelepasan saham lewat IPO hingga 40%. Penawaran perdana saham dilakukan dalam dua seri A dan B
Corporate Action
- Hari ini (15/6), cum dividen tunai Kageo Igar Jaya Tbk (IGAR) Rp 3 per saham Ex date (16Juni2010)
- Hari ini (15/6), cum dividen tunai Petrosea Tbk (PTRO) Rp 143,03 per saham Ex date (16Juni2010)
- Hari ini (15/6), cum dividen Selamat Sempurna Tbk (SMSM) Rp 25 per saham Ex date (16Juni2010)
Technical Picks
- INTP (15550) – Trading sell
- UNVR (15800) – Sell
- UNTR (18800) – Trading Sell
- MYOR (6900) – Sell.
(qom/qom)











































