Media-media AS melaporkan, tiga penasihat keuangan yang disewa BP itu adalah Goldman Sachs, Blackstone Group dan Credit Suisse. Harian New York Times menuliskan, BP telah menyewa ketiga penasihat keuangan itu untuk mempelajari bagaimana perusahaan minyak itu harus menangani kewajiban penanganan tumpahan minyak yang telah membengkak.
Sementara televisi Fox Business mengatakan, para penasihat keuangan memperkirakan total biaya penanganan tumpahan minyak itu bisa mencapai US$ 20 miliar dalam beberapa tahun kedepan. Televisi tersebut juga mengatakan BP telah menyewa penasihat keuangan untuk mengembangkan strategi tentang bagaimana mereka bisa membayar kewajibannya dalam 5 tahun kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun BP membantah laporan tersebut dengan menyatakan pihaknya tidak ingin mengungkapkan siapa penasihatnya dan apa rekomendasi mereka.
"Tidak ada kebenaran bahwa kami telah menyewa institusi perbangkan dengan tugas untuk mempertahankan," ujar juru bicara BP seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/6/2010).
Sementara juru bicara BP dari kantor pusat di London membantah adanya pembicaraan seputar kebangkrutan. Ia menegaskan, berdasarkan presentasi BP pada Maret, pengeluaran dan pendapatan BP masih seimbang pada harga minyakl US$ 60 per barel. Harga minyak mentah dunia saat ini tercatat berada di level US$ 75 per barel.
"Dengan melihat kondisi perdagangan akhir-akhir ini, kami berhasil mendapatkan tambahan uang tunai yang signifikan," imbuhnya.
BP sebelumnya mengumumkan, pihaknya telah menggelontorkan hingga US$ 1,6 miliar untuk mengatasi tumpahan minyak di Teluk Meksiko. Akibat tumpahan minyak yang merupakan sejarah terburuk di AS itu, saham BP sudah merosot tajam hampir 50% sejak April.
Setelah sempat membaik, saham BP kemarin kembali terpuruk hingga 9,7% setelah Moody's menyatakan sektor perminyakan kini diliputi ketidakpastian akibat tumpahan minyak di Teluk Meksiko.
(qom/qom)











































