Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jun 2010 09:36 WIB

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jakarta - Dow Jones: Pasar saham US mengalami penguatan setelah laporan sektor manufaktur yang berada di kawasan New York naik dalam 11 bulan dan harga barang impor menurun. Micron Technology Inc. dan Teradyne Inc. naik lebih dari 8.6% setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. menaikkan proyeksinya.

Boeing Co. naik 4.1% setelah mengumumkan untuk menaikkan produksi jet 737. Caterpillar Inc. naik 4% dan CBOE Holdings Inc. naik 12%. Indeks Standarad & Poor's 500 (+2.4%) ke 1,115.23. Dow Jones Industrial Average (+2.1%) ke 10,404.77.

Regional Pagi: Bursa saham Jepang menguat untuk hari kelima seiring pertumbuhan pada manufaktur New York yang mendorong ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi global akan mengangkat laba perusahaan. Honda Motor Co (+1.6%). Advantest Corp (+2.7%) menyusul lonjakan pada Philadelphia Semiconductor Index. Mitsubishi Corp (+2%) setelah naiknya harga-harga komoditas. Nikkei 225 (+1.6%) 10,044, S&P/ASX 200 (+1.4%) 4,567, Kospi (+0.57%) 1,699, STI (+1.13%) 2,849.

Commodity: Harga minyak mentah naik di hari ketiga untuk diperdagangkan di atas $ 77 per barel di New York, sebagai imbas dari naiknya saham AS yang menyimpan optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan meningkat.

Minyak mentah kemarin mengalami penguatan 2,4% setelah indeks dolar, sebagai ukuran greenback terhadap 16 mata uang turun sebesar 1,7% dalam 2 hari terakhir, meningkatkan daya tarik investasi dalam komoditi sebagai perlindungan terhadap nilai inflasi. Dow Jones Industrial Average menguat 2,1% kemarin, sementara Standard & Poor's indeks memperoleh 2,4% penguatan. WTI Crude (+0.2%) $ 77.1/barrel, Gold (-0.2%) USD 1,232/t oz, CPO (-1.0%) USD RM 2,509/MT, Nickel (-0.4%) USD 20,225/MT, Tin (+3.2%) USD 17,500.

Economic & Industrial News

Banking: Pemerintah dukung pembatasan SBI asing

Kementerian Keuangan mendukung adanya pembatasan pembelian Sertifikat Bank Indonesia (SBI) oleh asing dengan mengalihkan investasi kepada surat utang negara untuk mempermudah pengelolaan aliran modal asing. Namun, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyarankan sebaiknya pembatasan pembelian SBI oleh asing disosialisasikan secara luas kepada investor agar tidak menimbulkan salah persepsi terhadap kebijakan di Indonesia.

Economic: BI yakin dampak krisis Yunani tak lebih dalam

Bank Indonesia optimistis tak akan ada dampak lebih dalam mengenai perburukan kondisi ekonomi di Yunani dengan penurunan peringkat surat utang menjadi level junk atau tak layak investasi. Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan sebenarnya pasar sudah mengetahui situasi ekonomi Yunani, sehingga gejolak yang terjadi saat ini hanyalah respon sementara atas keputusan Moody's Investors Service.

Energy: Tarif Listrik Pelanggan 450-900 VA Tak Naik

Pelanggan listrik rumah tangga dengan kapasitas 450-900 volt ampere (VA) boleh bernafas lega, karena pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Pemerintah mengambil opsi pertama dari dua opsi yang diusulkan, di mana pelanggan 450-900 VA tidak mengalami kenaikan, namun akan dilakukan audit efisiensi kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara)," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Audit efisiensi itu, dia melanjutkan, mencakup biaya energi PLN serta efisiensi biaya pokok penyediaan (BPP). Upaya itu menanggapi permintaan anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ismayatun.

Economic: Pemprov DKI Jakarta Targetkan Ekonomi Tumbuh Lebih Dari 6%

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengharapkan acara tahunan Festival Jakarta Great Sale 2010 bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun ini. Acara ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta lebih dari 6%. Panitia acara mengatakan, acara ini melibatkan 67 pusat perbelanjaan, 65 merek ritel dengan 1.200 gerai dan 30 merek restoran yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta. Selain itu, acara ini juga akan melibatkan para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM).

Economic: Risiko Kredit China Tinggi

Regulator perbankan China melihat ada peningkatan risiko kredit pada industri realestat di negara itu dan memperingatkan tekanan dari kredit macet (non-performing loan/NPL) menguat. Laporan tahunan Komisi Regulasi China (CBRC) yang dirilis dalam situs resmi lembaga itu kemarin menyebutkan risiko kredit macet terkait dengan pertumbuhan kredit hipotek dan akan berdampak pada pinjaman untuk pengembangan realestat.

Corporate news

TLKM: Telkomsel & XL garap pasar tablet PC iPad

Dua operator seluler besar, Telkomsel dan XL Axiata, bersiap menggarap pasar pengguna tablet PC iPad dan pengguna data yang secara umum mengandalkan peranti bergerak. Herfini Haryono, Director of Planning dan Development PT Telkomsel mengatakan pihaknya baru saja selesai menguji kartu micro simcard khusus data untuk tablet PC. Ia menambahkan untuk menyediakan kemudahan bagi pengguna, Telkomsel akan mengupayakan tes simcard tersebut. Telkomsel tengah mengkaji strategi menyasar pengguna tablet PC diantaranya iPad 3G.

MEGA: Bank Mega incar ekspansi kredit pemasok Carrefour

PT Bank Mega Tbk mengincar ekspansi kredit di kalangan perusahaan dan UKM yang menjadi pemasok (supplier) Carrefour Indonesia dengan jumlah pembiayaan diproyeksikan bisa mencapai Rp4 triliun sampai akhir tahun ini. Direktur Kredit Bank Mega Daniel Budi Rahaju mengatakan pasar kredit bagi supplier Carrefour itu sangat besar di mana potensinya bisa mencapai 30% dari omzet perusahaan ritel yang baru saja diakuisisi Para Group itu sekitar Rp12 trilun pada tahun lalu.

BTEL: Bakrie Tel bukan satu-satunya calon bagi Flexi-Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menegaskan Bakrie Telecom Tbk bukan satu-satunya perusahaan yang sedang dipertimbangkan untuk dijadikan rekanan terkait rencana aksi korporasi sinergi Divisi Telkom Flexi. Telkom memang berencana melakukan aksi korporasi melalui sinergi divisi Telkom Flexi, salah satunya melalui konsolidaasi dengan operator lain melalui kerja sama atau penggabungan bisnis dan akuisisi.

CPRO: CP Prima perluas pasar ekspor

PT Central Proteinaprime Tbk (CPRO)—perusahaan budidaya udang terintegrasi—menargetkan perluasan pangsa pasar ekspor ke Timur Tengah pada tahun ini, sejalan dengan target peningkatan produksi sampai akhir tahun yang diperkirakan naik 15-20%. Sapto Diartono, Head of Food Processing Division PT Aruna Wijaya Sakti (AWS)—salah satu anak usaha CP Prima—mengatakan saat ini pasar ekspor produk udang olahan hanya ditujukan untuk tiga pasar utama, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa dengan persentase masing-masing sebesar 50%, 30%, dan 20% dari total kapasitas pabrik saat ini yakni 80 ton per hari.

META: Akan Right Issue 8,5 Miliar Lembar Saham

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Dalam right issue ini, META akan merilis 8,5 miliar lembar saham baru di harga Rp88 per lembar saham. Sebelum right issue dilakukan, perseroan akan melakukan penggabungan saham atau reverse stock split dengan perbandingan 2:1. Reverse stock dilakukan karena jumlah saham META yang beredar di bursa cukup banyak.

BNLI: PermataBank Syariah Luncurkan KPR Berbasis Syariah

Unit usaha syariah PermataBank (PermataBank Syariah) meluncurkan PermataKPR iB yakni produk KPR berbasis syariah yang ditawarkan dengan akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT). Peluncuran ini untuk pertama kalinya di sektor properti yaitu pembiayaan dengan konsep sewa beli, di mana perusahaan menyewakan properti kepada nasabah dan di akhir periode nasabah dapat mengambil alih kepemilikan properti setelah seluruh pembiayaannya selesai.

SMAR: Fokus ke Pasar Ekspor

Perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) pada 2010 menargetkan penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 22,5 juta ton. Dari total penjualan, sekira 75% diekspor, dan sisanya lokal. Adapun pada kuartal I-2009 lahan yang dimiliki perseroan hanya mencapai 129.796 Ha. Dari total lahan tersebut, yang telah menghasilkan mencapai 124.867 Ha dengan jumlah produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 498.916 ton Tbs.

RELI: Targetkan Kenaikan Laba 20%

PT Reliance Securities Tbk (RELI) menargetkan perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp55,3 miliar, naik 20% dibandingkan 2009 senilai Rp46,06 miliar. Peningkatan laba tersebut akan ditopang oleh kenaikan nasabah yang diproyeksikan sekitar 25%. Penambahan jumlah nasabah tahun ini bakal mendongkrak nilai transaksi harian. Tahun lalu, nilai transaksi harian perseroan mencapai Rp116 miliar.

KARK: Dayaindo Targetkan Rights Issue Akhir Bulan Ini

Produsen batu bara PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) menargetkan dapat menggelar rights issue II bernilai Rp 1,98 triliun pada akhir bulan ini. Corporate Secretary Dayaindo endang Wijaya mengatakan perseroan memundurkan jadwal rights issue dari sebelumnya direncanakan pada awal Juni karena terbentur persoalan administrasi.

BUMI: Lego Saham Dua Unit Usaha

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraup US$ 410 juta setelah melego kepemilikannya di dua unit usaha dalam rangka mengurangi utang dan ekspansi. Manajemen memaparkan telah menjual 99,83% kepemilikan di PT Mitratama Perkasa kepada PT Cahaya Pratama Lestari senilai US$ 120 juta. Perseroan juga menjual 20% dari total 100% kepemilikannya di Gallo Oil (Jersey) Ltd kepada Florenceville Financial Ltd senilai US$ 290 juta. Kedua penjualan itu disebutkan di dalam laporan keuangan per 31 Maret 2010.

JPRS: Hingga Mei, Bukukan Laba Rp24 Miliar

PT Jaya Sari Steel Tbk (JPRS) berhasil membukukan laba bersih Rp24,42 miliar pada Januari-Mei 2010. Kenaikan laba ini mencpai 186,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih mencapai Rp28,16 miliar. Karena itu,perseroan juga mampu mencatat laba bersih per saham Rp33 atau naik 187% dibanding periode Januari-Mei 2009 dengan EPS minus Rp38.

RIGS: Jamin Utang Anak Usaha US$8,52 Juta

PT Rigs Tenders Indonesia Tbk (RIGS) akan memberikan jaminan hingga 70% atas pinjaman anak usaha Rig Tenders Offshore Pte Ltd (RTO) kepada Standard Chartered Bank-Singapura sebesar US$8,52 juta. Penandatanganan jaminan dilakukan pada 31 Juni 2010.

Corporate Action


  • Hari ini (16/6), cum dividen tunai Astra International Tbk (ASII) Rp 830 per saham Ex date (17 Jun 2010)
  • Hari ini (16/6), cum dividen tunai Lion Metal Works Tbk (LION) Rp 125 per saham Ex date (17 Jun 2010)
  • Hari ini (16/6), cum dividen tunai Lionmesh Prima Tbk (LMSH) Rp 30 per saham Ex date (17 Jun 2010)
  • Hari ini (16/6), cum dividen tunai Metrodata Electronics Tbk (MTDL) Rp 1 per saham Ex date (17 Jun 2010)
  • Hari ini (16/6), cum date stock split Tunas Ridean Tbk (TURI) rasio 1(old) : 4(new) Ex date (17 Jun 2010)

Technical Picks

  • BBRI (8750) – Trading Buy
  • BDMN (5150) – Trading Buy
  • ANTM (1970) - Trading Buy
  • AALI (20550) - Trading Buy.
 

(qom/qom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com