Demikian disampaikan Direktur Keuangan PLN, Setio Anggoro Dewo di kantornya, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
BUMN listrik itu berencana menerbitkan obligasi PLN XII tahun 2010 sebesar Rp 2,5 triliun dan sukuk ijarah PLN V tahun 2010 sebanyak Rp 500 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seri A sekitar 9,15% sampai 9,9%, sedangkan seri B sekitar 10,06% hingga 10,81%," ujarnya.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Juli 2015 untuk seri A dan 8 Juli 2022 untuk obligasi seri B.
Sementara sukuk ijarah PLN V terdiri dari seri A dengan imbalan ijarah sebesar Rp 1 miliar per tahun berjangka waktu lima tahun dan seri B dengan imbalan ijarah sebesar Rp 1 miliar dengan jangka waktu 12 tahun.
Acuan imbal hasil sukuk setara dengan yang digunakan untuk bunga obligasi, yakni seri A menggunakan acuan FR0027 + 100 s/d 175 (9,15% hingga 9,9%), sedangkan seri B menggunakan acuan FR0043 + 100 s/d 175 (10,06% hingga 10,81%).
Dana dari hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan perseroan untuk kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga lisrik.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat AA+ untuk obligasi PLN XII dan sukuk ijarah PLN V. Sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah, perusahaan pelat merah itu sudah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk.
Sementara yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank CIMB Niaga. Sedangkan jadwal perkiraan tanggal efektif pada 30 Juni 2010, masa penawaran 2 dan 5 Juli 2010, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2010.
Â
Â
(ang/dro)











































