Demikian disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
"Sudah tentu bisa maju, silakan tanya Pak Emir (Dirut Garuda) bagaimana tahapan-tahapannya karena semua syaratnya sudah oke," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMN Aviasi itu rencananya akan melangsungkan IPO sebesar 40% pada September 2010. Rencana ini molor dari semula yang rencananya digelar pertengahan 2010, atau sekitar bulan Juni.
"Dengan begitu (penyelesaian utang), maka tidak ada lagi kendala bagi Garuda untuk melakukan IPO. Perpanjangan utangnya selama 6 tahun mulai dari tahun ini," jelas Mustafa.
Garuda memang berniat menyelesaikan kewajibannya kepada beberapa kreditur sebanyak US$ 527,8 juta. Rincian utang tersebut adalah sebagai berikut ECA sebanyak US$ 241,2 juta, commercial lender US$ 95 juta, Floating Rates Notes (FRN) sebanyak US$ 75 juta dan Rp 108 miliar, serta utang lain-lain US$ 105 juta.
Garuda menargetkan porsi utangnya bisa menurun hingga sekitar US$ 400 juta di penghujung tahun 2010. Hampir seluruh utang tersebut sudah mendapat persetujuan restrukturisasi dari krediturnya.
Sebanyak 40% yang akan dilepas tersebut termasuk jatah 10% saham milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai hasil konversi utang ke saham sebesar Rp 1 triliun.
(dnl/qom)











































