Demikian disampaikan Investor Relarion AALI, Tjahyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/6/2010).
Ia menambahkan, kontribusi penjualan CPO untuk pasar domestik mencapai 339.456 ton. Dibanding tahun sebelumnya, penjualan domestik turun 2,2% yang tercatat 347.111 ton. Pasar ekspor juga turun 7,5% dari 57.425 ton menjadi 48.452 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga kernal AALI juga naik 38,5% menjadi Rp 3.268 per kg. Namun menjualannya turun 15,6% dari 57.425 ton menjadi 48.452 ton.
Pertumbuhan produksi CPO dunia, menurut laporan Oil World, diprediksi mengalami kenaikan 3,6%, atau mencapai 46,9 juta ton. Bandingkan pada posisi tahun 2009, yang hanya 45,3 juta ton.
"Sedangkan untuk pertumbuhan konsumsi CPO yang diserap di tahun 2010 diperkirakan juga meningkat sebesar 4,1% menjadi 47 juta ton dari 45,2 juta ton di tahun 2009," ungkapnya.
Â
Â
(wep/dro)










































